PENGARUH JENIS MULSA DAN KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR NASA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN (CUCUMIS SATIVUS L.) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH JENIS MULSA DAN KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR NASA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN (CUCUMIS SATIVUS L.)


Pengarang

Taufik - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0405101010026

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Proteksi Tanaman (S1) / PDDIKTI : 54295

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2010

Bahasa

Indonesia

No Classification

635.63

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

RINGKASAN

Taufik "Pengaruh Jenis Mulsa dan Konsentrasi Pupuk Organik Cair NASA Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.). dibawah bimbingan lbu Jumini sebagai ketua dan lbu Rita Hayati sebagai pembimbing anggota. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis mulsa dan konsentrasi pupuk organik cair NASA yang sesuai serta ada tidaknya interaksi antara kedua faktor tersebut terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Darussalam Banda Aceh, yang berlangsung dari I Januari sampai 28 Maret 2010. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok pola faktorial 3 x 3 dengan 3 ulangan. Yang terdiri atas dua faktor yaitu jenis mulsa dan konsentrasi pupuk organik cair NASA. Faktor mulsa terdiri atas tanpa mulsa (kontrol), jerami, dan sekam padi, sedangkan faktor konsentrasi pupuk terdiri atas 0, 2, dan 4 cc/L air. Sehingga terdapat 9 kombinasi perlakuan dan 27 unit percobaan setiap unit percobaan terdiri atas 8 tanaman sehingga secara keseluruhan terdapat 216 tanaman. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu benih mentimun varietas Dinasty, mulsa jernmi, mulsa sekam padi, pupuk kandang dan pupuk organik cair NASA, serta alat-alat yang digunakan antara lain, cangkul, gembor, timba, hand sprayer , tali plastik, alat tulis, kalkulator, garu, gunting pemangkas , meteran, timbangan duduk kapasitas I kg, saringan , spet, dan barn bu (ajir). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan jenis mulsa jerami dan sekam padi berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman umur 40 hari setelah tanam , berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman umur 10, 20, 30 HST, diameter buah, panjang buah, jumlah buah per tanaman, dan bera t buah per tanaman . Tanaman mentimun tertinggi pada umur 40 HST dijumpai pada perlakuan mulsa sekam padi. Perlakuan konsentrasi pupuk cair NASA berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman umur 20 dan 40 HST, berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 30 HST, tertinggi dijumpai pada perlakuan konsentrasi 4 cc/l air (K3), yang berbeda nyata jika dibandingkan dengan perlakuan konsentrasi pupuk organik cair 2 cc/l nyata terhadap tinggi tanaman umur I0 HST, diameter buah, panjang buah, Jumlah buah per tanaman, serta berat air (K) dan 0 cc/l air (K;), berpengaruh tidak buah per tanaman., Terdapat interaksi yang tidak nyata antara perlakuan jenis mulsa dengan konsentrasi pupuk organik cair NASA terhadap semua pcu bah pc rtum b uhan dan hasil tanaman mentirnun yang diamati.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK