<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="127809">
 <titleInfo>
  <title>PERILAKU OPORTUNISTIK LEGISLATIF DALAM PENGANGGARAN DAERAH DI PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Pipit Sandra</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ekonomi</publisher>
   <dateIssued>2007</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK  &#13;
&#13;
Dampak lain yang kemudian muncul dalam rangka otonomi daerah adalah tuntutan terhadap pemerintah untuk menciptakan good governance sebagai salah satu  prasyarat penyelenggaraan pemerintah dengan mengcdepankan akuntabilitas dan  transparansi Untuk mendukung akuntabilitas dan transparansi diperlukan internal  control dan external control yang baik serta dapat dipertanggungjawabkan  Sehubungan dengan hal tersebut maka peran dari DPRD menjadi semakin meningkat  dalam mengontrol kebijaksanaan pemerintah Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perilaku  oportunistik legislatif terhadap peningkatan Dana Perimbangan Keuangan Daerah dan  Pendapatan Asli Daerah di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.  Untuk memperoleh informasi dan data yang akurat dalam rangka penulisan skripsi ini, dilakukan penelitian langsung ke objek penelitian, yaitu para anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh Daerah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah anggota legislatif Dewan Perwakilan Rakyat Aceh Daerah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. yang dalam proses penyusunan anggaran sudah menggunakan format RAPBD dan APBD tahun  2005 dan 2006 sesuai dengan Kepmendagri 29/2002  Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa Anggota legislatif membuat keputusan anggaran melalui penggunaan kenaikan anggaran PAD sebagai sumber pembiayaan untuk usulan kegiatan baru, usulan sewa rumah, mobil dinas maupun usulan untuk studi banding, serta perilaku oportunistik anggota legislatif seakan-akan didukung oleh perangkat peraturan perundang-undangan yang berlaku, dimana peraturan tersebut seolah-olah melegitimasi tindakan legislatif untuk merubah alokasi yang diusulkan eksekutif melalui pemberian kewewenangan yang sangat besar atas pemilihan dan pemberhentian kepala daerah. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>127809</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-12 11:46:54</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-12 11:46:54</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>