SISTEM PEMELIHARAAN TERNAK SAPI BALI DI KECAMATAN JULI KABUPATEN BIREUEN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

SISTEM PEMELIHARAAN TERNAK SAPI BALI DI KECAMATAN JULI KABUPATEN BIREUEN


Pengarang

Hidayat - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0205104010011

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Peternakan (S1) / PDDIKTI : 54231

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2008

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Suatu penelitian tentang Sistem Pemeliharaan Temak Sapi Bali di Kecamatan Juli Kabupaten Bireuen telah dilakukan dengan metode survey sejak tanggal 14 Oktober sampai tanggal 14 November 2007. Penelitian ini menetapkan 40 responden 5 dari desa untuk pengisian kuisioner yang telah disediakan. Data yang dikumpulkan melalui kuisioner berisikan tentang tujuan pemeliharaan, sistem perkandangan , pemilikan ternak, tata cara pemeliharaan (pemberian pakan dan air minum, penyediaan pakan dan kebutuhan pakan) , breeding dan reproduksi, jenis penyakit dan cara penanggulangan, serta pemasaran. Dari basil pengamatan diperoleh bahwa 100 persen pemeliharaan sapi Bali bertujuan sebagai tabungan, yang sewaktu-waktu dapat diuangkan. Cara pemeliharaan; 95 persen petemak men yediakan kandang untuk ternak sapi. Pemilikan sapi Bali 67,5 persen milik petemak sendiri selebihnya peternak memelihara sapi orang lain. Pemberian pakan ; 75 persen peternak memberi pakan untuk ternaknya kedalam kandang, 20 persen mengikat ternak pada tempat tenentu dan 5 persen ternaknya dilepaskan mencari pakan sendiri. Reproduksi; umur berahi pertama antara umur 18 - 24 bulan, kelahiran anak pertama antara umur 27 - 33 bulan, interval kelahiran antara 12- 14 bulan dan penyapihan anak dilakukan oleh induk sendiri antara umur anak 8-9 bulan. Pengobatan penyakit; 57,5 persen ternak diobati oleh mantri hewan, 27,5 perse n diobati oleh Dokter hewan dan 15 perse n petemak mengobati sendiri dengan ramuan obat tradisional. Sementara pemasaran sapi Bali ada yan g dijual langsung ke pasar hewan dan ada juga yang di jual kepada agen.

Kata kunci: Sistem Pemeliharaan, Sapi Bali.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK