PERKEMBANGAN SISTEM PERAKARAN DAN PERTUMBUHAN VEGETATIF BEBERAPA VARIENTAS PADI (ORYZA SATIVA L.) PADARNLAHAN TERKENA DAMPAK TSUNAMI AKIBAT PENGGUNAAN AMELIORAN BERUPA PUPUK KANDANG DAN PUPUK ZA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERKEMBANGAN SISTEM PERAKARAN DAN PERTUMBUHAN VEGETATIF BEBERAPA VARIENTAS PADI (ORYZA SATIVA L.) PADARNLAHAN TERKENA DAMPAK TSUNAMI AKIBAT PENGGUNAAN AMELIORAN BERUPA PUPUK KANDANG DAN PUPUK ZA


Pengarang

Dedi - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0151130009

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Proteksi Tanaman (S1) / PDDIKTI : 54295

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2007

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

RINGKASAN

DEDI, " Perkembangan Sistem Perakaran dan Pertumbuhan Vegetatif Beberapa Varietas Padi (Oryza sativa L.) pada Lahan Terkena Dampak Tsunami Akibat Penggunaan Amelioran Berupa Pupuk Kandang dan di Pupuk ZA" bawah bimbingan Sabaruddin sebagai pembimbing utama dan Nurhayati sebagai pembimbing anggota. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan antara sistem dan perakaran pertumbuhan vegetatif beberapa varietas padi pada lahan yang terkena dampak tsunami akibat penggunaan amelioran berupa pupuk kandang dan pupuk ZA serta ada tidaknya interaksi antara kedua faktor tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Blang Krueng, Kecamatan Baitussalam Kabupaten Aceh Besar, yang dimulai pada tanggal 14 Oktober 2006 sampai dengan 12 Januari 2007. Bahan dan alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih padi hibrida varietas lntani 02, IR 64, Cigeulis dan Cihcrang. Benih padi hibrida varietas Intani 02 diperoleh dari PT Pertan i sedangkan IR 64, Cigeulis dan Ciherang diperoleh dari Balai Pengawasan Sertifikat Benih (BPSB) Lampineung Nanggroe Aeeh Darussalam. Pupuk kandang 20 ton/ha (18,2 kg/bedengan), pupuk ZA 300 kg/ha (273 g/bedengan), 400 kg/ha (364 g/bedengan) dan 500 kg/ha (455 gbedengan), pupuk Urea 200 kgha (182 g/bedengan), TSP 100 kg/ha (91 g/bedengan), KCI 100 kg/ha (91 g/bedengan) , ember, polybag dan pestisida. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 4 x 3, dengan 3 ulangan. Faktor yang diuji meliputi faktor varietas dan dosis pupuk ZA. Faktor varietas terdiri atas 4 taraf, yaitu: Intani 02, IR 64, Cigeulis dan Ciherang. Faktor kombinasi antara pupuk ZA dan pupuk kandang terdiri atas 3 taraf, yaitu: 300 kg/ha ZA + 20 ton/ha. pupuk kandang, 400 kg/ha ZA + 20 ton/ha pupuk kandang dan 500 kg/ha ZA + 20 ton/ha pupuk kandang. Peubah yang diamati dalam penelitian ini adalah tingg tanaman, jumlah anakan per rumpun. jumlah daun, diameter akar adventif, panjang akar adventif, jumlah akar adventif, berat basah akar dan berat kering akar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa varietas berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah daun umur 20 dan 60 hari tanam setelah (HST), diameter akar adventif umur 20 dan 40 HST, jumlah akar adventif umur 60 HST, berat basah akar adventif umur 20 dan 40 HST, dan berat kering akar adventif umur 20 HST, serta berpengaruh nyata terhadap jumlah akar adventif umur 20 HST. Akan tetapi faktor varietas tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah anakan per rumpun umur 20, 40 dan 60 HST, jumlah daun umur 40 HST, diameter akar adventif umur 60 HST, panjang akar adventif umur 20 dan 40 HST, jumlah akar adventif umur 40 HST, berat basah akar adventif umur 60 HST, berat kering akar adventif umur 40 dan 60 HST. Dosis amelioran berpengaruh sangat nyata terhadap diameter akar adventif tanam umur 60 hari setelah (HST), dan jumlah akar adventif umur 40 HST, Serta berpengaruh nyata terhadap jumlah anakan per rumpun umur 60 HST, diameter II akar adventif umur 40 HST, berat basah akar adventif umur 20 dan 40 HST, dan berat kering akar adventif umur 40 HST. Akan tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun , panjang akar adventif umur 20, 40 dan 60 HST, jumlah anakan per rumpun umur 20 dan 40 HST, diameter akar adventif umur 20 HST, jumlah akar adventif, berat kering akar adventif umur 20 dan 60 dan HST, berat basah akar adventif umur 60 HST. Terdapat interaksi yang sangat nyata antara perlakuan varietas dan dosis amelioran terhadap jumlah anakan per rumpun, jumlah daun, jumlah akar adventif hari umur 40 setelah tanam (HST), diameter akar adventif umur 60 HST, berat basah akar adventif dan berat kering akar adventif umur 20 dan 40 HST, Selanjutnya antara kedua faktor tersebut mempunyai interaksi yang nyata terhadap jumlah anakan per rumpun, jumlah daun, jumlah akar adventif, berat basah akar adventif, berat kering akar adventif umur 60 HST dan diameter akar adventif umur 20 HST. Akan tetapi tidak terdapat interaksi yang nyata terhadap tinggi tanaman, panjang akar adventif umur 20, 40 dan 60 HST, jumlah anakan per rumpun umur 20 HST dan diameter akar adventif, jumlah akar adventif umur 40 HST.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK