Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALLSLS AKUNTABILITAS PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN/KOTA DI ACEH BERDASARKAN RASIO KEUANGAN
Pengarang
Rini Foelyati - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0801103010132
Fakultas & Prodi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Akuntansi (S1) / PDDIKTI : 62201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Ekonomi., 2012
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan daerah pada kabupaten/kota di Aceh. Penelitian dilakukan pada 23 kabupaten/kota di Aceh periode tahun 2008 -2010.
Analisis kineria keuangan daerah pada penelitian ini menggunakan rasio kemandirian keuangan daerah, rasio efektifitas, rasio efisiensi, dan rasio keserasian. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan data sekunder berupa Laporan Realisasi Anggaran (LRA) yang diperoleh dari Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI Perwakilan Provinsi Aceh atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah tahun anggaran 2008 - 2010.
Hasil penelitian melalui analisis rasio kemandirian keuangan daerah, seluruh kabupaten/kota memperoleh pencapaian dibawah 25%. Berdasarkan rasio efektifitas, hanya Kota Sabang yang mampu mencapai pesentase diatas 100% selama tahun 2008 -2010. Jika diukur menggunakan rasio efisiensi, persentase tertinggi dengan kategori efisien hanya diperoleh oleh Kota Sabang selama tahun 2008 -2010. Kabupaten/kota di Aceh secara keseluruhan belum serasi dalani hal belanja jika diukur menggunankan rasio keserasian karena hanya Kabupaten Aceh Utara pada tahLm 2008 dan Kabupaten Aceh Barat pada tahun 2010 yang mencapai persentase diatas 100% dengan kategori serasi.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa kemampuan keuangan daerah pada kabupaten/kota di Aceh temasuk dalam kategori memprihatinkan. Hal ini dikarenakan rendahnya pencapaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dimiliki oleh setiap daerah sehingga menyebabkan tingginya ketergantungan daerah terhadap dana transfer dari pemerintah pusat. Oleh karena itu diperlukannya strategi untuk meningkatkan PAD baik melalui pengoptimalan potensi yang telah dimiliki, maupun menelusuri potensi-potensi lain yang dapat dijadikan sebagai sumber pendapatan baru. Dalam hal belanja, Pemda masih belum optimal dalam menyeimbangkan antara belanja langsung dan belanja tidak langsung.
Kata Kunci : kineria keuangan, PAD, rasio kemandirian, rasio efektifitas, rasio
efisiensi, rasio keserasian
Tidak Tersedia Deskripsi
ANALISIS KINERJA KEUANGAN PROVINSI ACEH PADA MASA SEBELUM DAN SESUDAH PANDEMI COVID-19 (Teuku Kevin Gama Putra, 2024)
ANALISIS KINERJA KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN DAN KOTA DI PROVINSI ACEH TAHUN 2015-2017 (Muarif, 2019)
ANALISIS KINERJA KEUANGAN DAERAH PEMERINTAH KOTA LHOKSEUMAWE (Maisyuri, 2016)
PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH SEBELUM DAN SELAMA PANDEMI COVID-19 PADA KABUPATEN DAN KOTA DI PROVINSI ACEH (Wahida Amalina, 2023)
PENGARUH PENERAPAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH (SPIP) TERHADAP AKUNTABILITAS KEUANGAN DAERAH PADA SKPD DI KOTA BANDA ACEH (Nurjannah, 2024)