<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="127763">
 <titleInfo>
  <title>PERTUMBUHAN TANAMAN  KACANG TANAH  DENGAN SISTEM  DRAINASE  BERPORI  PADA  TANAH  GAMBUT  DI  DESA  SUAK  -  SEUKEE  ACEH BARAT TAHUN 2007</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Erni Yusnita</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2007</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Lahan  gambut  merupakan lahan yang  rapuh  (fragile), terutama berhubungan dengan  sifat  gambut  yang  kering  tak  balik,  maka  kunci  keberhasilan  pengelolaaan lahan  garnbut  adalah  pada  pelestarian   lahan  yang  bergantung  pada  kondisi  tata  air yang ada.  Pengaturan  tata air dimaksudkan untuk  menjaga  permukaan  air tanah,  agar akar  tanarnan   dapat   menjangkau  permukaan   air  tanah  dan  kandungan   hara  yang tersedia  tidak  mudah  terlepas.  bila  lahan  garnbut  dibuka  untuk  budidaya   tanaman, harus   dilakukan   drainase   untuk   menciptakan  kondisi  aerob   bagi  perakaran   akan tetapi, drainase juga  mempengaruhi  sifat-sifat  fisik tanah garnbut.&#13;
Dengan melihat beberapa  masalah di atas pada tanah gambut baik dari segi kekurangan  atau kelebihan  drainase  maka dirasa  perlu dirancang  suatu bentuk  saluran berpori  yang mempunyai prinsip  untuk membuang  kelebihan  air pada saat air pasang, namun dapat menyerap  sebagian  air melalui pori-pori saluran  sehingga  permukaan  air tanah   gambut   dapat   selalu   terjaga.  Tujuan   penelitian   adalah   mengetahui  tingkat kedalaman drainase  saluran  berpori yang optimal pada pertumbuhan tanarnan  kacang tanah&#13;
Pada  penelitian  ini  menggunakan  Rancangan  Acak  Lengkap  Kelompok  non&#13;
Faktorial,  yaitu  perlakuan  drainase  berpori dengan  kedalaman  saluran  yang  berbeda- beda yaitu  :   25 cm (G1),  30 cm (G2). 35 cm (G3) dan tanpa saluran  drainase  berpori yang  kemudian   dianalisis  dengan  analisis   sidik  ragam  dan  diteruskan   dengan     Uji BNJ pada taraf 0.05 %.&#13;
Berdasarkan  hasil   studi  diperoleh   bahwa  kedalaman   optimum   dari  saluran berpori  adalah  pada kedalaman  30 cm(perlakuan  G2) pada pertumbuhan vegetatif dan&#13;
25  cm(perlakuan  GI)   pada  pcrtumbuhan  generatif.   Kedalaman  30  cm  (G2)  untuk&#13;
pertumbuhan   vegetatif tanaman   kacang  yaitu  pada  tinggi  tanaman   rata-rata  20  cm pada umur  30 HST  kemudian  meningkat  30,52 cm pada umur 45  11ST dan 40,14  cm pada umur 60 HST. Hal ini menunjukkan terjadi peningkatan sebesar 65.5 %  bila dibandingkan   dengan    perlakuan    GO   (kontrol).   Sedangkan    pada   kedalaman    25 cm(G1 ).  untuk  pertumbuhan  generatif tanaman   yaitu  pada  jumlah  bunga  rata-rata sebesar   5.75  pada  45  HST  dan  jumlah  ginofora   59,25  pada  umur  60  HST  atau mengalami   peningkatan rata-rata  sebesar  59,7 % dari  perlakuan  G0.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>127763</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-09 16:16:24</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-09 16:16:24</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>