PENGARUH PENCAMPURAN KAPUR TERHADAP SIFAT SWELLING PADA TANAH LEMPUNG ASAL DESA COT RUMPUN MONTASIK | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH PENCAMPURAN KAPUR TERHADAP SIFAT SWELLING PADA TANAH LEMPUNG ASAL DESA COT RUMPUN MONTASIK


Pengarang

Novita Saputri - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0041110967

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2007

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan kapur terhadap nilai swelling (pengembangan) tanah. Tanah lempung yang digunakan pada penelitian ini berasal dari Desa Cot Rumpun, Kecamatan Montasik:, Kabupaten Aceh Besar. Tanah tersebut menurut klasifikasi AASHTO tergolong A-7-5 (28) dan menurut USCS termasuk golongan CH, di mana indeks plastisnya adalah 29,942%. Penambahan kapur dilakukan secara bervariasi yaitu : 0%, 3%,
6% dan 9%. Pemadatan dilakukan berdasarkan standar Proctor untuk mendapatkan OMC (Optimum Moisture Content) dan MDD (Maximum Dry Density). OMC diambil dari setiap persentase kapur. Pengujian swelling dilakukan atas 48 benda uji dalarn dua jenis perlakuan yaitu free swelling sebanyak 24 benda uji dan swelling pressure 24 benda uji dengan masa tunggu 0,
2 dan 4 hari. Free swelling tertinggi terdapat pada 0% kapur tanpa waktu tunggu
yaitu sebesar 10, 152% dan yang terendah terdapat pada 9% kapur dengan 4 hari masa tunggu yaitu 0,001 % dan dengan adanya penarnbahan kapur dari 0% sampai
9% maka nilai free swelling terjadi penurunan. Tingkat penurunan free swelling
pada penambahan 3% kapur sebesar 87,69%, dan pada penambahan kapur 3% sampai 6% terjadi penurunan sebesar 12,205%, pada penambahan kapur 6% sampai 9% terjadi penurunan sebesar 0,014%. Swelling pressure yang tertinggi terdapat pada 0 % tanpa masa tunggu yaitu 2,364% dan terendah terdapat pada
9% kapur dengan masa tunggu 4 hari yaitu 0,001 %. dan dengan adanya penambahan kapur dari 0% sampai 9% maka nilai swelling pressure terjadi penurunan. Tingkat penurunan swelling pressure pada penambahan 3% sebesar
81,414%, dan pada penambahan kapur 3% sampai 6% terjadi penurunan sebesar
11,92%, pada penambahan kapur 6% sampai 9% terjadi penurunan sebesar
3,84%.






Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK