<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="127749">
 <titleInfo>
  <title>APLIKASI PUPUK HAYATI DAN PUPUK KANDANG UNTUK PENGENDALIAN HAMA LALAT BIBIT (OPHIOMYIA PHASEOLI) PADA TANAMAM KEDELAI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Mirza</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>RINGKASAN &#13;
&#13;
Mirza/0505103010011. Aplikasi Pupuk Hayati dan Pupuk Kandang untuk Pengendalian Hama Lalat Bibit (Ophiomyia phaseoli) pada Tanaman Kedelai (Di bawah bimbingan Hasnah sebagai ketua dan Susanna sebagai anggota).  Tujuan Penelitian ini untuk mendapatkan konsentrasi pupuk hayati dan dosis pupuk kandang yang efektif untuk pengendalian secara preventif serangan lalat bibit (O. phaseol) pada tanaman kedelai. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Cot Cut, Kecamatan Barona Jaya, Kabupaten Aceh Besar, dimulai bulan Oktober 2009 sampai Januari 2010. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok  (RAK) faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu faktor pupuk hayati (H) dan pupuk  kandang (K). Faktor konsentrasi pupuk hayati terdiri dari empat taraf yaitu: H = 2,8  L ha-1(2 ml bedeng' dalam 3 L air ), H= 3,5 L ha-1(2,5 ml bedeng-1 dalam 3 L  air), Hy = 4,2 L ha-1(3 ml bedeng' dalam 3 L air), H, = 4,9 L ha-1(3,5 ml bedeng-1  dalam 3 L air ), sedangkan faktor pupuk kandang terdiri  dari tiga taraf yaitu: Ki = 2,8  ton ha-1(2 kg bedeng -1), K= 5,6 ton ha-1(4 kg bedeng-1), Ky = 8,4 ton ha-1 (6 kg  bedeng-1).  Peubah yang diamati meliputi persentase tanaman kedelai yang terserang Ophiomyia phaseoli, persentase tanaman kedelai yang mati dan kerdil, jumlah larva dan pupa Ophiomyia phaseoli per tanaman, dan bobot kering biji kedelai per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pupuk hayati 3,5 ml bedeng'  mampu menekan rata-rata persentase tanaman terserang Ophiomyia  phaseoli sampai 72,22  %.. Aplikasi pupuk hayati 3,5 ml bedeng-1 mampu menekan persentase tanaman mati  sampai 86,11 %, serta aplikasi pupuk kandang 6 kg bedeng'-1mampu menekan  persentase tanaman mati sampai 83,75 %. Semakin tinggi konsentrasi pupuk hayati yang dicobakan maka semakin rendah rata-rata jumlah larva dan pupa per tanaman, begitu juga dengan aplikasi pupuk kandang per bedeng. Pupuk hayati dengan  konsentrasi 3,5 ml bedeng yang dikombinasikan dengan pupuk kandang 4 kg bedeng  mampu menghasilkan rata-rata bobot biji kering kedelai per tanaman  sebanyak 15,86 gram. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>127749</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-09 15:14:33</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-09 15:14:33</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>