<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="127738">
 <titleInfo>
  <title>PERTUMBUHAN TANAMAN TIMUN HIBRIDA MENGGUNAKAN TANAH GAMBUT DAN TANAH KRITIS SEBAGAI MEDIA TANAM</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sarah Deayu Eka Negara</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2011</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>RINGKASAN &#13;
&#13;
Mentimun (Cucumis Sativus L) merupakan tanaman semusim yang bersifat menjalar atau merambat dengan perantara alat pemegang yang berbentuk spiral. Tanaman mentimun memiliki batang yang berwarna hijau, lunak, dan berbulu, dengan panjang yang bisa mencapai I,5 m. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui bagaimana pertumbuhan tanaman timun menggunakan tanah gambut dan tanah kritis dengan menggunakan irigasi tetes. Media tanam yang digunakan gambut dengan penambahan tanah lahan kritis sebagai media tanam. Tanah lahan kritis, Ciri utama lahan kritis adalah gundul, berkesan gersang, dan bahkan muncul batu-batuan dipermukaan tanah, topografi lahan pada umumnya berbukit atau berlereng curam. Penggunaan irigasi tetes diharapkan dapat memberikan suatu alteratif baru bagi para petani, guna menerapkan sistem tanam yang lebih efisien dan menghemat waktu dan biaya. lrigasi tetes sendiri merupakan suatu cara pemberian air dengan jalan meneteskan air melalui pipa-pipa secara setempat disekitar tanaman atau larikan. Hasil penelitian adalah pada tinggi muka air 250 cm debit terbesar diperoleh pada emitter ke-I pada pipa lateral ke-2 dengan nilai 1.784 I/jam dan tekanan yang dihasilkan 0.0192 atm. Nilai Koefisien Keseragaman adalah sebesar 93.9 %.  Perlakuan komposisi media tanam KG (tanah kritis 25 % dan tanah gambut 75 %) merupakan media tanam yang menunjukkan pengaruh tertinggi terhadap pertumbuhan produksi tanaman timun hibrida. Perlakuan menunjukkan pengaruh nyata pada taraf Fasa 0.05 terhadap tinggi tanaman, panjang daun, lebar daun dan jumlah daun. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>127738</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-09 14:53:57</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-09 14:53:57</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>