<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="127719">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH  JENIS  TANAH  TERBADAP  LAJU KOROSI  PISAU  BAJAK  SINGKAL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Andy Sudarma Putra</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2005</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pemakaian   peralatan  dan   mesin-mesin  pertanian   seperti   bajak   singkal   sangat menunjang terhadap  hasil  produksi  yang  akan  dicapai.  Pisau  bajak  singkal  yang terbuat  dari  baja  dan  difungsikan  untuk  mengolah tanah  sangat  rent.an terhadap serangan  korosi akibat pengaruh  unsur-unsur kimia yang terkandung dalam tanah. Serangan   korosi  ini dapat  terjadi  pada  tanah  yang  bersifat asam  maupun  basa. Penelitian   ini bertujuan   untuk   mengetahui  pengaruh   jeois   tanah  terhadap  laju korosi  pisau  bajak  singkal,  dan diharapkan dapat berguna  untuk memprediksikan umur   pemakaian   pisau   bajak  singkal   pada   tiap-tiap   tanah   yang   akan   diuji. Eksperimen dilakukan  pada  skala  laboratorium.  Bahan  pisau  bajak singkal  yang berupa  baja  karbon  sedang  tipe  ST  41,  dilakukan   perendaman  dalam  tiga jenis tanah  yang  dipilih  yaitu:  tanah  aluvial  liat,  tanah  aluvial  pasir,  tanah  ultisol  dan dalam  aquades.  Pengukuran  laju korosi  dilakukan dengan  menggunakan metode polarisasi  linear.  Hasil  pengujian dan pengamatan  diperoleh  laju  korosi  terbesar terdapat  pada  tanah  aluvial  liat.  Hal  ini disebabkan oleh  derajat  keasaman   (pH) pada tanah aluvial  liat yang sangat asam dibanding pH pada aquades  yang netral.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>127719</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-09 11:24:07</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-09 11:24:07</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>