<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="127714">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH SUHU PENYIMPANAN DAN KONSENTRASI 02 DALAM WADAH POLYETILEN TERHADAP MUTU SIMPANRNPISANG RAJA (MUSA PARADISIACA L.)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nur Azmina Wahdiyani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2005</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pisang  Raja  merupakan  salah  satu  komoditi  buah  ekspor  yang  selain  sebagai buah meja juga dapat diolah menjadi makanan jadi lainnya. Buah pisang seperti produk hortikultura lainnya mudch mengalami kerusakan setelali panen  sehingga memerlukan penanganan  yang memadai  agar mutunya dapat dipertahankan dan daya  simpan  serta nilai  manfantnya  dapat  ditingkatkan.  Pada  saat  panen  raya  harga  pisang  biasanya menurun tajam sehingga timbul pula  hambatan untuk pemasaran pisang keluar daerah produksi,  karena  harga jual  pisang  tidck  diimbangi  oleh  biaya   produksi  dan  biaya pengangkutan.  Teknologi  penyimpanan  Modifikasi  Atmosfir  (MA)  untuk  menunda kematangan     buah    pisang    sangat   diperlukan    dalam    rangka    mengatasi    masalah penumpukan buah pisang di musim panen  dan pengiriman buah pisang ke luar daerah.&#13;
               Tijuan penelitian ini adalah untuk  melihat  pengaruh suhu penyimpanan (T) dan konsentrasi O2 (K) yang efektif   dalam   memperpanjang   mutu   simpan   Pisang  Raja. Penelitian telah   dilakukan  pada  Bulan  Juli-Agustus  2005  di  Laboratorium  Penanganan Pascapanen,  Jurusan  .Teknologi  Hasil  Pertanian,  Fakultas  Pertanian,  Universitas  Syiah&#13;
Kuala.   Penelitian  ini  menggunakan  Rancangan  Acak  Lengkap  (RAL)  faktorial  2 x 4 dengan  2  ulangan.  Faktor  pertama  yaitu  suhu  penyimpanan  (T)  yang  diamati  pada 2 (dua) taraf yaitu 6-12°C (Tl) dan 28-32°C (T2). Faktor kedua  yaitu konsentrasi 02 (K) yang diuji pada 4 (empat) taraf yaitu 0,5  liter (Kl),1  liter (K2),1,5  liter (K3) dan 2,5 liter (K4). Untuk  setiap perlakuan terdiri dari 3 (tiga) buah pisang yang dikemas dalam plastik  polyetilen  dengan  ketebalan  0,03  mm   dengan  ukuran  kemasan  25x25  cm2. Parameter  yang  dianalisis  meliputi  susut  bobot  (%),  kekerasan  (kg/cm2),   vitanim  C (mg/100gr) dan total  padatan terlanit  (%), masing-masing diamati  pada penyimpanan hari ke-8,12,16 dan hari  ke-20.&#13;
               Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor suhu penyimpanan (T) berpengaruh nyata  (P&gt;0,05)  dan  interaksi  antara  suhu  penyimpanan  dan  konsentrasi  02  (TK) juga berpengaruh nyata (P&gt;0.05) terhadap susut bobot, yaitu pada penyimpanan hari ke-12. Sedangkan  pada  analisis  susut  bobot  hari  ke-8,  ke-16  dan  hari  ke-20  tidak  terdapat pengaruh   nyata  dari   semua  perlakuan   yang  diberikan.   Nilai   susut  bobot  terbaik diperoleh pada perlakuan TIK4. Kekerasan dipengaruhi dengan sangat nyata (P20,01) pada perlakuan suhu penyimpanan (T) yaitui pada penyimpanan  hari ke-12 dan hari ke- 20. Nilai kekerasan yang baik secara rata-rata diperoleh pada penyimpanan suhu dingin (Tl ).  Kandungan vitamin C dipengaruhi dengan sangat nyata (P&gt;_0,0l ) pada perlakuan suhu penyimpanan  (T)   dan   konsentrasi  02  (K)  pada semua hari  analisis.  Vitamin  C terbaik  dilihat  dari  kecilnya  jumlah  vitamin  C  yang  terbentuk   yaitu  pada  TIK1. Sedangkan  Total  Padatan  Terlanit  (TPT)  dipenganihi  dengan  sangat  nyata  (P20,0l) pada perlakuan  suhu penyimpanan (T) dan konsentrasi 02 (K) pada semua hari analisis. Hanya pada penyimpanan hari ke-20 terdapat  interaksi anatara sushu penyimpanan dan konsentrasi  02  ITK)  berpenganh  nyata  (P&gt;0,05)  terhadap  Total  Padatan   Terlarut (TI'T). Nilai TPT terbaik diperoleh pada kombinasi perlakuan TI K4.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>127714</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-09 11:10:26</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-09 11:10:26</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>