<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="127694">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PERSENTASE PENAMBAHAN CAIRAN  SANTAN DAN LAMA PENGUKUSAN TERHADAP WAKTU PENGUKUSAN KUE TIMPHAN YANG TELAH DIINSTANKAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Yuliana</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Timphan  merupakan  salah  satu  contoh  kue  basah  trndisional  Aceh  yang terbuat  dari  tepung  ketan  dan  dibungkus  dengan  daun  pisang  muda  yang  diolesi minyak goreng, kemudian dikukus selana setengah jam. Kue basah seperti timphan umumnya mempunyai daya awet yang rendah yaitu sekitar 2-3 hari. 0leh sebab itu, untuk  memperpanjang  daya  simpan  serta mempersingkat  waktu  persiapan produk n.mpAfm,  diperlukan  altermatif hasil   olahan  timphan  menjadi  produk  setengah jadi (instan).  Penelitian  ini  dilakukan  untuk  mengetahui  pengaruh   penambahan  cairan santan  dan  lama pengukusan  terhadap  waktu  pengukusan  kue  timphan  yang  telah diinstankan  terhadap mutu timphan instan seperti sifat fisik (cooking time, cooking losss  dan  analisis  kekerasan),  sifat  kimia  (kadar   air,  kadar  pati,  kadar  abu,  kadar lemak kadar protein ),  dan mutu organoleptik (warna, aroma, rasa dan tekstur) timphan instan yang dihasilkan.&#13;
               Rancangan  peroobaan  yang  digunakan  adalah  Rancangan  Acak  Kelompok (RAK)  dengan  pola  faktorial  yang  terdiri  atas  3  faktor.  Faktor  pertama  adalah Persentase Cairan Santan (C), terdiri atas 3 (tiga) taraf yaitu Ci = 40%, C2 = 50%, dan C3 = 60%. Faktor kedua adalah lama pengukusan (W), terdiri atas 3 (tiga) taraf yaitu Wi = 20 menit, W2 = 30 menit dan W2 = 40 menit. &#13;
               Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa persentase penambahan  cairan  santan (C)  memberi pengaruh  sangat nyata (P</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>127694</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-09 10:05:33</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-09 10:05:33</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>