ANALISIS KINERJA KEUANGAN MENGGUNAKAN MODEL ALTMAN (STUDI EMPIRIS PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK JAKARTA) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS KINERJA KEUANGAN MENGGUNAKAN MODEL ALTMAN (STUDI EMPIRIS PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK JAKARTA)


Pengarang

Rizki Firdausi Surya - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0011310033

Fakultas & Prodi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Akuntansi (S1) / PDDIKTI : 62201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ekonomi Univeristas Syiah Kuala., 2006

Bahasa

Indonesia

No Classification

657

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Penelitian ini dilakukan pada Perusahaan manufaktur yang listing di Bursa Efek Jakarta dengan tujuan untuk mengetahui kinerja keuangan perusahaan manufaktur apabila diukur dengan integrasi rasio keuangan Model Altman. Data dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang dikumpulkan melalui studi dokumentasi. Data penelitian ini diperoleh dari laporan keuangan perusahaan periode 2001, 2002. 2003 dan 2004 yang diterbitkan setiap tahunnya pada situs resmi Bursa Efek Jakarta yaitu www.jsx.co.id/. Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel dependen (terikat) dan variabel independent (bebas). Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kinerja keuangan (Z) perusahaan manufaktur yang go publik di Bursa Efek Jakarta yang diintegrasikan menurut model Altman sedangkan variabel independen merupakan rasio-rasio model Altman. Data dianalisa dengan menggunakan Metode Deskriptif yaitu dengan membandingkan Z-Score diperoleh dari hasil analisis model Altman dengan standar yang telah ditetapkan oleh model Altman. Apabila Z> 2.675 artinya perusahaan tersebut memiliki kinerja yang baik, akan berumur panjang dan tidak akan pailit dalam tahun-tahun kedepan. ApabilaZ < 2,675 artinya perusahaan tersebut memiliki kinerja buruk, mengalami kesulitan keuangan dan akan pailit untuk tahun-tahun kedepan jika tidak segera memperbaiki kineranya. Dari Analisis Diskriminan Model Altman dapat disimpulkan bahwa yang memiliki laba sebelum pajak yang meningkat (Good News) dan positif tidak menjamin perusahaan tersebut memiliki kinerja keuangan baik jika diukur dengan Analisis Diskriman Model Altman. Demikian juga sebaliknya memiliki nilai sebelum pajak menurun (Bad News) tidak menjamin perusahaan tersebut memiliki kinerja keuangan buruk jika diukur dengan Analisis Diskriman Model Altman. Namun memiliki nilai laba sebelum pajak minus mengindikasikan perusahaan tersebut mengaiami kinerja buruk jika diukur dengan model Altman. Berdasarkan analisis model Altman dapat diketahui bahwa perusahaan yang memiliki nilai Z < 2.675 akan mengalami kinerja semakin memburuk untuk 3 tahun kedepan. Dari 69 perusahaan manufaktur yang menjadi sampel dalam penelitian ini hanya 32 manufaktur (46,4 %) yang memperoleh nilai Z diatas 2.675 selama 4 tahun berturut-turut. Sedangkan 37 perusahaan manufaktur (53.6 %) tidak memperoleh nilai Z diatas 2,675 selama tahun-tahun yang diuji berturut-turut, hal ini mengindikasikan ke-37 perusahaan manufaktur tersebut memiliki kinerja keuangan yang buruk jika diukur dengan Analisis Diskriminan Model Altman.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK