PENURUNAN KADAR OKSALAT ASAM SUNTI DENGAN PERENDAMAN DALAM EKSTRAK DAUN KEJI BELING, LARUTAN KALIUM KLORIDA (KCI), DAN KALIUM SITRAT (K3C6H5O7) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENURUNAN KADAR OKSALAT ASAM SUNTI DENGAN PERENDAMAN DALAM EKSTRAK DAUN KEJI BELING, LARUTAN KALIUM KLORIDA (KCI), DAN KALIUM SITRAT (K3C6H5O7)


Pengarang

Tuti Fajriyani - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

9951511917

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknologi Hasil Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41231

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2005

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

RINGKASAN

Asam sunti merupakan salah satu bentuk bumbu-bumbuan Asam berasal sunti dari pengolahan belimbing wuluh utuh melalui proses penjemuran dan penggaraman berulang-ulang hingga agak kering, berwarna coklat, dan kenyal Asam sunti bagi masyarakat Aceh diperlukan terutama sebagai pemberi citarasa asam dan kekentalan yang khas pada masakan Aceh. Asam sunti mengandung oksalat yang merupakan senyawa beracun yang umum terdapat dalam tanaman. Senyawa racun tanaman dalam konsentrasi rendah dapat ditolerir oleh tubuh, tetapi jika dikonsumsi dalam konsentrasi tinggi atau dikonsumsi sccarn berulang-ulang walaupun pada konsentrasi yang rendah (terakumulasi) akan membahayakan tubuh, bahkan dapat menimbulkan gangguan kcschatan yang serius seperti terjadinya ketidakseimbangan ion terutama pada pcngikatan kalsium oleh oksalat membentuk kalsium oksalat dalam tubuh dan kerusakan ginjal. Sehubungan dengan hal tersebut, maka dilakukan penelitian terhadap penurunan kadar oksalat dalam asam sunti dengan merendam asam sunti dalam beberapa jenis bahan perendam yaitu ekstrak daun keji beling. dalam larutan kalium klorida (KCD), dan kalium sitrat (K)CH,O;) dengan variasi kadar kalium dari masing-masing bahan perendam yaitu 0,2%, 0.3%, dan 0,4%. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Pengolahan Hasil Nabati Jurusan Teknologi Hasil Pertanian dan Laboratorium Makanan Ternak Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala Darussalam Banda Aceh, dan berlangsung pada bulan Oktober 2004. Penelitian menggunakan model Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial pola 4x3 dengan 3 kali ulangan. Faktor yang diteliti adalah jenis bahan perendam dan konsentrasi kalium dari bahan perendam. Jenis bahan perendam (P) terdiri atas empat taraf yaitu dengan akuades sebagai kontrol (Po), dengan ekstrak daun keji beling (P). larutan kalium klorida (Ps), dan larutan kalium sitrat (P,). Konsentrasi kalium dari bahan perendam (K) terdiri atas tiga taraf yaitu K = 0,2%, K, = 0,3%, dan K, = 0,4%. Parameter yang diukur yaitu kadar oksalat, kadar air, pH. kadar abu, kadar kalsium. kadar NaCl dan kadar kalium. lasil penelitian menunjukkan bahwa jenis bahan perendam (P) yang digunakan berpengaruh sangat nyata (P0,0I) terhadap semua parameter yang dianalisis yaitu kadar ion oksalat, nilai pH, kadar abu, kadar NaCl, kadar ion Ca, dan kadar ion K asam sunti yang dihasilkan kccuali terhadap kadar air yang berpengaruh tidak nyata (P>0,05). Konsentrasi kalium bahan perendam (K) yang digunakan berpengaruh sangat nyata (P

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK