PENGARUH KONSENTRASI GULA DAN LAMA PENGERINGAN TERHADAP CITA RASA MANISAN KULIT JERUK NIPIS ( CITRUS AURANTIFOLIA SWINGLE ) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH KONSENTRASI GULA DAN LAMA PENGERINGAN TERHADAP CITA RASA MANISAN KULIT JERUK NIPIS ( CITRUS AURANTIFOLIA SWINGLE )


Pengarang

Fitriana - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

9851511568

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknologi Hasil Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41231

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2006

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

RINGKASAN

Pada umumnya buah jeruk dikonsumsi sebagai buah segar. Namun sekarang ini sudah banyak yang diolah menjadi bentuk lain seperti sari buah, sirup dan tepung. Hampir seluruh bagian dari buah jeruk dapat dimanfaatkan termasuk kulitnya dapat diolah menjadi manisan jeruk, untuk bumbu masakan dan untuk minyak penyedap. Selama ini kulit jeruk nipis seringkali dibuang begitu saja menjadi sampah. Kulit jeruk bisa diolah menjadi manisan yang merupakan salah satu alternatif makanan ringan Manisan merupakan produk yang mengalami proses pengawetan dengan cara penambahan gula, sehingga produk manisan ini dapat disimpan dalam jangka waktu yang relatif lama. Manisan yang dikemas dalam kaleng dapat disimpan lebih dari setahun. Oleh karena itu, pembuatan manisanjuga merupakan salah satu alternatif memperpanjang masa simpan bahan pangan. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk memanfaatkan limbah kulit jeruk nipis menjadi manisan yang dapat diterima masyarakat sebagai makanan ringan. Tujuan secara khusus yaitu untuk mengetahui pengaruh konsentrasi gula dan lama pengeringan terhadap cita rasa manisan kulit jeruk nipis yang dihasilkan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 4 x 2 dengan 3 kali ulangan. Faktor yang diteliti yaitu konsentrasi gula (G) dan lama pcngcringan (R). Faktor konsentrasi gula (G) terdiri atas 4 taraf yaitu G,=25%, G=30%, G,=35% dan G=40%. Faktor lama pengeringan (R) terdiri atas 2 taraf yaitu R; = 4 jam dan R = 6 jam. Dengan demikian terdapat 8 kombinasi perlakuan dengan 3 kali ulangan sehingga diperoleh 24 satuan percobaan. Parameter yang diuji adalah kadar air, kadar gula, kadar vitamin C, penilaian organoleptik (rasa, warna, aroma, tekstur) dan kuat tusuk (kekemsan). Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis sidik ragam serta diuji lanjut dengan Uji Beda Nyata Tcrkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi larutan gula berpengaruh sangat nyata (P < 0,01) terhadap kadar gula dan organoleptik Sedangkan lama pengeringan berpengaruh sangat nyata (P < 0,01) terhadap kadar air. Hasil uji organoleptik warna, rasa , aroma dan tekstur pada perlakuan dan interaksi antar ra sa. perlakuan lainnya berpengaruh tidak nyata (P > 0,05) terhadap manisan kulit jeruk nipis yang dihasilkan. Oleh karena itu berdasar kan hasil penelitian dapat dinyatakan bahwa manisan kulit jeruk nipis dengan konsentrasi larutan gula 40% dan lama pengeringan 4 jam dapat diterima oleh panelis.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK