<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="127629">
 <titleInfo>
  <title>RESPON SUPLEMENTASI VITAMIN E DENGAN PEMBATASAN RANSUM TERHADAP PRODUKSI DAN BERAT TELUR PUYUH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Roviana</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2007</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK  &#13;
&#13;
Suatu penelitian untuk mengetahui manfaat pengaruh suplementasi vitamin E dengan pembatasan ransum terhadap produksi dan berat telur puyuh, telah dilakukan di Field Laboratorium Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Darussalam Banda Aceh dari tanggal 27 Februari sampai tangal 27 April 2007. Dalam penelitian ini digunakan 144 ekor puyuh betina dewasa. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). dengan 3 perlakuan, setiap perlakuan diulang 16 kali dan masing-masing ulangan terdiri dari tiga ekor puyuh. Perlakuan tersebut adalah 100% ransum dan vitamin E 40 IU (Po), 90% ransum dengan vitamin E 40 IU (perlakuan P1) dan 70% ransum dengan vitamin E 40 IU (perlakuan P2). Ransum yang digunakan adalah ransum komersil P 304 S. Parameter yang diamati meliputi konsumsi ransum, berat telur dan jumlah telur. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam dan bila terdapat perbedaan nyata analisis dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menyimpulkan bahwa konsumsi ransum pada perlakuan Po tidak berbeda nyata dengan P1, namun terdapat perbedaan nyata terhadap konsumsi ransum dan produksi te!ur antara P1 dengan P2, begitu juga terhadap berat telur. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembatasan ransum 90% dengan suplementasi vitamin E 40 IU tidak mempengaruhi konsumsi ransum dan produksi telur. Pembatasan ransum 70% dengan suplementasi vitamin E menyebabkan penurunan produksi dan berat telur. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>127629</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-08 11:30:00</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-08 11:30:00</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>