<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="127604">
 <titleInfo>
  <title>KESESUAIAN BEBERAPA JENIS PAKANRNRNTERHADAP PERKEMBANGAN  RAYAP TANAH (MACROTERMES GILVUS).</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Hendri Hidayat</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tujuan penelitian ini  untuk  mengetahui jenis  pakan yang sesuai untuk perkembangan   rayap  M.   gilvus.   Penelitian   ini   dilakukan   di   Desa  Rukoh Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh.  Pelaksanaan penelitian  dimulai sejak bulan Februari sampai dengan Juni 2010 Penelitian ini  menggunakan rancangan Acak Lengkap  (RAL) pola Faktorial terdiri dari 2 (dua) perlakuan yaitu jerami padi (J) terdiri dari 3  taraf. 0g plot-1,  10g plot-1  dan 20g plot-1  dan pakan ampas tebu (T) terdiri dari 2 taraf 10g plot-1  dan 20g plot-1.  Peubah yang diamati adalah jumlah  telur yang dihasilkan. jumlah  nimfa yang hidup, jumlah imago yang hidup, persentase konsumsi pakan, laju konsumsi makan. Data hasil pengamatan  dianalisis dengan menggunakan sidik ragam jika terdapat perbedaan, dilanjutkan dengan uji BNT (0,05%)&#13;
Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa jumlah telur yang dihasilkan terbanyak dijumpai  pada perlakuan 20g jerami  padi yang dikombinasikan dengan&#13;
20g ampas  tebu  (101   butir) dan jumlah telur  terendah yaitu (59  butir) yang dijumpai pada perlakuan tanpa  10g jerami padi yang dikombinasikan dengan 20g ampas  tebu.  Jumlah nimfa yang hidup terbanyak  dijumpai pada perlakuan  0g jerami padi dengan kombinasi 20g ampas tebu.  Sedangkan jumlah nimfa terendah dijumpai   pada  perlakuan   10g jerami  dengan  kombinasi   20g  ampas  tebu. Persentase Konsumsi Pakan Macrotermes gilvus terhadap pakan ampas tebu rata-&#13;
rata meningkat sebanyak 0.01 % setiap  minggunya.  Persentase konsumsi  pakan rayap lebih  tinggi pada perlakuan pakan ampas tebu dibandingkan pakan jerami padi. Persentase konsumsi pakan rayap terhadap pakan ampas tebu rata-rata &#13;
meningkat sebanyak 0,01   % setiap minggunya.&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>127604</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-08 10:09:54</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-08 10:09:54</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>