<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="127598">
 <titleInfo>
  <title>STUDI KASUS KANDUNGAN ETANOL DALAM PRODUK TAPE  UBI KAYU PADA BEBERAPA UNIT USAHA KECIL DI KABUPATEN ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Didi Asmadi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian	Teknologi Hasil Pertanian (S1)</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Etanol (disebut juga etil-alkohol), adalah alkoho] yang paling sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Karena sifatnya yang tidak beracun bahan ini banyak dipakai sebagai pelarut dalam dunia farmasi dan industri makanan serta minuman Salah satu cara pembuatan etanol yaitu melalui proses fermentasi bahan berkadar pati tinggi­ Etanol yang dihasilkan dari proses fermentasi biasanya berkadar rendah. Untuk mendapatkan etanol dengan kadar yang lebih tinggi diperlukan proses pemurnian melalui penyulingan atau distilasi. Salah satu produk hasil fermentasi etanol salah satunya adalah tape. Tape bisa dibuat dari singkong (ubi kayu) dan hasilnya dinamakan &quot;tape singkong&quot; atau peuyeum. Dikawasan Saree, Kabupaten Aceh Besar produksi tape ubi kayu merupakan salah satu produk unggulan masyarakat setempat dengan teknologi pengolahan berskala unit usaha kecil.  Penelitian bertujuan untuk melakukan uji kandungan etanol dalam produk tape ubi kayu serta untuk mengetahui proses pembuatan tape ubi kayu skala unit usaha kecil sehingga nantinya diharapkan hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan produsen serta masyarakat umum, sebagai bahan intormasi dan pemikiran tentang keamanan produk pangan. Adapun metodelogi yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui metode survei wawancara dengan alat bantu daftar pertanyaan dan analisis kimia di laboratorium untuk memperoleh data kuantitatif kadar etanol dalam sampel. Sehingga didapatkan data hasil wawancara dan data analisis kimia yaitu uji kandungan etanol dalam produksi tape ubi kayu dengan menggunakan kromatografi gas. Hasil penelitian dari 3 unit usaha kecil yaitu UD. Bintang Makmur, UD. Rizka dan UD. Pusaka Jaya menunjukkan unit usaha ini telah berjalan selama 4-7 tahun dengan total produksi 500-1000 bungkus/produksi. Semua pengalaman yang diperoleh untuk pengolahan tape ubi kayu ini didapatkan secara otodidak/alami tanpa  pernah ada pendampingan dan pcngawasan produk dari instansi terkait. Untuk bahan baku yang digunakan oleh unit usaha kecil diatas adalah ubi  kayu kuning yang berasal dari kebun sendiri maupun dibeli dari petani lainnya  sedangkan ragi yang digunakan berasal dari pasaran dan air yang bersumber dari  gunung Seulawah. Pada UD. Bintang Makmur kebutuhan ubi kayu untuk produksi sebanyak 220  kg, cara pembuatan tape ubi kayu pada unit usaha ini sebagai berikut: ubi kayu dikupas, dibersihkan dengan sikat, dipotong-potong dengan ukuran 10x52 cm,  direndam, dikukus sampai '/ matang, dihamparkan diatas kain dan ditaburi ragi  sebanyak 200 gram, selanjutnya dimasukkan kedalam kotak kardus yang dilapisi oleh daun pisang dan difermentasi selama  hari. Produk tape ubi kayu unit usaha ini dapat bertahan selama  2-5  hari dan hasil perhitungan kandungan etanol dalam produk pada  hari ke-3 adalah 2,71%.  Pengamatan pada UD. Rizka kebutuhan ubi kayu untuk produksi sebanyak 180 kg, cara pembuatan tape ubi kayu pada unit usaha ini sebagai berikut: ubi kayu dikupas, dibersihkan, dipotong-potong dengan ukuran 5-10 cm, direbus sampai  masak, dihamparkan diatas kain sprei, dikipas dengan kipas angin dan ditaburi ragi  scbanyak 200 gram, selanjutnya dimasukkan kedalam ember yang dilapisi oleh daun pisang kemudian ditutup dengan kain biasa dan difermentasi selama 2 hari. Produk tape ubi kayu unit usaha ini dapat bertahan selama  hari dan hasil perhitungan kandungan etanol dalam produk pada hari ke- adalah 3,27%.  . Selanjut pengamatan pada UD. Pusaka Jaya, kebutuhan ubi kayu untuk produksi sebanyak 220 kg. cara pembuatan tape ubi kayu pada unit usaha  sebagai berikut: ubi kayu dikupas, dibersihkan, dipotong-potong, direbus selama 15 menit,  ini  dihamparkan diatas kain belacu yang bersih dan ditaburi ragi sebanyak 200 gram, dimasukkan kedalam ember yang dilapisi oleh daun pisang dan ditutup dengan kain biasa kemudian difermentasi selama 2 hari. Produk tape ubi kayu unit usaha ini dapat   bertahan selama 5  hari dan hasil perhitungan kandungan etanol dalam produk pada hari ke-3 adalah 3,29%.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>127598</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-08 09:49:55</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-08 10:00:37</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>