<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="127595">
 <titleInfo>
  <title>EVALUASI  PROSEDUR INSPEKSI  DAN PERAWATAN  BELT CONVEYOR PADA AREA RAW MILL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fajrul Fitrah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Mesin (D3)</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Laporan Kerja Praktek</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Proses  produksi  di  industri  semen  sangat   bergantung  pada  kinerja peralatan yang andal dan efisien. Salah satu peralatan penting dalam proses produksi ini adalah belt conveyor, yang digunakan untuk mengangkut bahan baku ke area raw mill. Belt conveyor yang berfungsi dengan baik sangat penting untuk memastikan kelancaran operasi dan mengurangi waktu henti yang tidak terencana.&#13;
Penelitian   ini   bertujuan  untuk   mengevaluasi   prosedur  inspeksi  dan&#13;
perawatan  belt  conveyor  di  area  raw  mill.  Metode  yang  digunakan  dalam penelitian ini mencakup analisis data historis kegagalan belt conveyor, observasi lapangan, dan wawancara dengan teknisi pemeliharaan. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis untuk mengidentifikasi pola kegagalan, penyebab utama kerusakan, dan efektivitas prosedur perawatan yang ada.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa penyebab utama kerusakan&#13;
belt  conveyor  meliputi aus pada  belt,  kegagalan roller,  dan kerusakan sistem pelumas. Selain itu, ditemukan bahwa prosedur inspeksi dan perawatan yang ada belum sepenuhnya efektif dalam  mencegah terjadinya kerusakan.  Berdasarkan temuan ini, penelitian merekomendasikan peningkatan dalam prosedur perawatan prediktif, pelatihan teknisi, dan penggunaan teknologi monitoring terbaru untuk meningkatkan keandalan belt conveyor.&#13;
Dengan  menerapkan  rekomendasi  ini,  diharapkan  dapat   mengurangi&#13;
frekuensi  kerusakan  belt  conveyor,  meningkatkan  efisiensi  operasional,  dan mengurangi biaya pemeliharaan secara keseluruhan.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>127595</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-08 09:29:13</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-08 09:49:48</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>