PENGARUH SAAT PENAMBAHAN GELATIN DAN KONSENTRASI GELATIN SERTA KONSENTRASI JERUK NIPIS TERHADAP MUTU SIRUP JAHE | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH SAAT PENAMBAHAN GELATIN DAN KONSENTRASI GELATIN SERTA KONSENTRASI JERUK NIPIS TERHADAP MUTU SIRUP JAHE


Pengarang

Syarifah Inayah - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

9951511934

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknologi Hasil Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41231

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2005

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Sirup jahe merupakan larutan berkadar gula tinggi yang dipadukan dengan sari rimpang jahe sehingga menghasilkan rasa khas jahe. Pembuatan sirup jahe ini dimaksudkan untuk menambah variasi minuman dan juga meningkatkan nilai ekonomis jahe disaat harga jahe turun, dengan menggunakan peralatan dan teknologi yang sederhana.
Pada pembuatan sirup jahe, sering terlihat adanya kekeruhan dan warna yang gelap (kecoklatan). Senyawa kimia yang menyebabkan kekeruhan adalah golongan fenol yang terkandung di dalam jahe, sehingga perlu dilakukan penjernihan. Bahan penjernih yang sering digunakan untuk menjernihkan minuman adalah gelatin. Pemanasan dapat mengakibatkan tejadinya reaksi pencoklatan non enzimatis seperti reaksi maillard yaitu reaksi antara gula pereduksi dengan gugus amina primer. Untuk mencegah hal tersebut dapat ditambahkan ekstrak jeruk nipis ( juice lime). Penambahan ekstrak jeruk nipis dapat menyebabkan warna sirup jahe menjadi
lebih cerah dikarenatan penambahan asam dapat mengakibatkan penurunan pH.
Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mempelajari pembuatan sirup jahe yang dihasilkan dari ekstrak jahe jenis jahe gajah (umur 34 bulan). Secara khusus bertujuan untuk menentukan saat dan jumlah penambahan gelatin serta
ekstrak jeruk nipis yang tepat untuk menghasilkan sirup jahe dengan mutu yang baik (kekeruhan dan sifat organoleptik).
Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 3 faktor, yaitu saat penambahan gelatin (C) : Cl = pada ekstrakjahe, C2 = pada proses pendidikan sirup jahe; konsentrasi gelatin (G) : G1 = 5 % , G2 = 7 %, dan G3 = 9 % dari volume ekstrak jahe; dan konsentrasi ekstrak jeruk nipis (J) : J1 = 0,15 % dan J2 = 0,20 % dari sirup. Parameter yang diamati adalah kekeruhan, kekentalan (viskositas), kadar gula, pH, dan uji organoleptik rasa, warna, aroma, setelah penambahan air serta kekeruhan sebelum penambahan air. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji Reda Nyata Terkecil (BNT).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekeruhan dan viskositas sirup jahe dipengaruhi sangat yata (P0.05) terhadap kekeruhan.
Kadar gula sirup jahe hanya dipengaruhi sangat nyata (P

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK