PEMBUATAN MIE BASAH DARI PATI SAGU (METROXYLON SP) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PEMBUATAN MIE BASAH DARI PATI SAGU (METROXYLON SP)


Pengarang

Khairum - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0705105010029

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknologi Hasil Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41231

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknologi Hasi Pertanian., 2013

Bahasa

Indonesia

No Classification

633.68

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Tanaman sagu merupakan jenis t.anaman palem yang tumbub di sekitar rawa dan lahan tergenang air di daerah tropis (Flach, 1996). Komponen yang paling dominan dalam tepung sagu adalah pati (karbohidrat). Pati sagu merupakan pati yang diperoleb dari hasil ekstraksi inti batang sagu (empulur batang). Salah satu altematif pemanfaatan sagu dengan mengolahnya menjadi mie sagu. Mie sagu adalah mie yang dibuat dari pati sagu murni atau dengan penambahan bahan tambahan lainnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui rasio pati sagu dengan tepung terigu dan lama penyimpanan dalam pembuatan mie basah terhadap sifat fisik (mie putus), kandungan gizi (kadar air, kadar abu dan kadar protein), sifat organoleptik (wama, aroma dan kekenyalan) mie basah yang dihasilkan. Metode rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial yang terdiri atas 2 (dua) faktor. Faktor I adalah konsentrasi pati sagu dan tepung Terigu (R) terdiri dari tiga taraf yaitu: R = 50%: 50%, R = 60% : 40%, R,= 70%: 30%. Faktor II lama penyimpanan (L) yang terdiri dari tiga taraf yaitu L = I hari, L = 2 hari dan L, = 3 hari. Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali sehingga didapat 27 satuan percobaan. Analisis produk yang akan dilakukan pada penelitian ini terdiri dari kadar air, kadar protein, kadar abu, dan uji organoleptik (warna, aroma, dan kekenyalan). Berdasarka hasil metode rangking dari analisis yang telah dilakukan, kombinasi perlakuan terbaik yaitu rasio pati sagu dengan tepung terigu 50%:50% dan lama penyimpanan I hari (RL).Untuk perlakuan rasio pati sagu dengan tepung terigu lama penyimpanan I hari (RLs) menghasilkan nilai mie putus 27.55%, kadar air 64.38%, kadar abu 0.43%, kadar protein 10.32%, organoleptik warna 2.98, aroma 3.33 dan kekenyalan 3.58.




Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK