PERSENTASE PEMBERIAN AMPAS TEBU AMONIASI DALAM RANSOM TERHADAP KECERNAAN IN VITRO DAN IN VIVO PADA DOMBA LOKAL JANTAN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERSENTASE PEMBERIAN AMPAS TEBU AMONIASI DALAM RANSOM TERHADAP KECERNAAN IN VITRO DAN IN VIVO PADA DOMBA LOKAL JANTAN


Pengarang

Affrizal Nur - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0305104010008

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Peternakan (S1) / PDDIKTI : 54231

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2008

Bahasa

Indonesia

No Classification

636.3

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian tentang Persentase Pemberian Ampas Tebu Amoniasi dalam Ransum Terhadap Kecernaan In Vitro dan in Vivo Domba Lokal Jantan, dilaksanakan dikebun Percobaan Petemakan Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, Darussalam Banda Aceh. Penelitian ini berlangsung selama 112 hari terhitung dari tanggal 27 Oktober 2007 sampai 15
Februari 2008. Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh pemberian ampas
tebu amoniasi dalam ransum pada tingkat yang berbeda terhadap kecernaan in vitro dan in vivo domba lokal jantan. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBSL) 4x4. Digunakan 4 macam tingkat pemberian ampas tebu amoniasi dalam ransum percobaan. Perlakuan A (0 % ampas tebu amoniasi), perlakuan B (5 % ampas tebu amoniasi), perlakuan C (10
% ampas tebu amoniasi), dan perlakuan D (15 % ampas tebu amoniasi). Materi
yang digunakan adalah 4 ekor domba lokal jantan dengan kisaran berat badan
14-15 kilogram dan umur berkisar 8-12 bulan. Data diolah dengan analisis ragam (Analisis of Variance). Bila terjadi perbedaan antara perlakuan, maka akan di lanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan (Duncan Multiple Range Test/ DMRT), dan dilanjutkan dengan uji T (T test) untuk mengetahui perbandingan kecernaan in vitro dan in vivo. Variabel yang diukur adalah konsumsi pakan, kecemaan bahan kering secara in vitro, kecemaan bahan organik secara in vitro, kecemaan bahan kering secara in vivo, kecernaan bahan organik secara in vivo, kecemaan in vitro dan in vivo. Hasil anaJisis keragaman tidak menunjukkan perberbedaan terhadap konsumsi pakan, kecernaan bahan kering dan bahan organik secara in vitro. Hasil analisis uji T menunjukkan perbedaaan yang nyata pada kecernaan in vivo dan in vitro, kecemaan in vivo lebih tinggi dari kecernaan in vitro.

Kata kunci: Ampas tebu amoniasi, Kecernaan Bahan kering, Kecernaan
Bahan organik, In Vitro dan In Vivo

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK