<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="127559">
 <titleInfo>
  <title>IDENTIFIKASI MORFOLOGI DAN MOLEKULER CACING FASCIOLA GIGANTICA ISOLAT ACEH YANG MENGINFEKSI HATI SAPI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ANNISA PRAMESTI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan (S1)</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Fasciolosis merupakan penyakit parasitik yang disebabkan oleh Fasciola gigantica dan Fasciola hepatica yang menjadi masalah penting khususnya pada sapi yang dipelihara secara ekstensif. Kedua spesies tersebut diklasifikasikan berdasarkan fitur morfologisnya. Hal ini tidak dapat diandalkan sehingga perlu dilakukannya identifikasi molekuler. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik morfologi dan mengidentifikasi kekerabatan cacing F. gigantica isolat aceh berdasarkan analisis molekuler. Sampel penelitian diidentifikasi di Laboratorium Parasitologi dan Laboratorium Riset Terpadu. Secara morfologi, F. gigantica dilakukan pengukuran panjang, lebar badan, lebar bahu, berat badan, dan perbandingan besar oral sucker dan ventral sucker yang diperiksa di bawah mikroskop. Secara molekuler pemeriksaan cacing terkait hubungan genetik, dilakukan ekstraksi DNA. DNA yang telah diekstraksi kemudian di amplifikasi menggunakan PCR dengan primer ITS 1, dilanjutkan dengan sekuensing DNA dan analisis menggunakan bioinformatika. Hasil morfologi didapatkan F. gigantica isolat aceh memiliki ukuran lebih besar dibandingan F. gigantica isolat Iran, Pakistan dan Afrika, namun lebih kecil dari isolat Mesir. Hasil dari molekuler didapatkan pita target 769 bp dan teridentifikasi bahwa F. gigantica isolat aceh memiliki kekerabatan dengan F. gigantica isolat Vietnam. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa morfologi F. gigantica isolat aceh adanya sedikit perbedaan dengan isolat lain dan pada molekuler memiliki kekerabatan terdekat dengan isolat Vietnam.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>127559</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-07 12:05:09</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-07 14:28:34</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>