<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="127552">
 <titleInfo>
  <title>MODEL INFILTRASI PADA BEBERAPA TATAGUNA LAHAN DI SUB DAS KRUENG JREU ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Furkansyah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pengukuran sifat-sifat fisika tanah sangat diperlukan di dalam perencanaan dan  perancangan  suatu  proyek  yang  berkaitan  dengan pengembangan  wilayah, misalnya suatu Daerah Aliran Sungai (DAS). Sifat-sifat ini termasuk laju infiltrasi&#13;
air secara vertikal ke dalan profit tanah. Pengukuran leju infiltrasi di lapangan ini dimaksudkan  untuk  mengetahui  berapa  kecepatan  dan  besaran  masuknya  atau meresapnya air secara vertikal  ke dalam tubuh tanah.  Dengan  mengamati   atau menguii sifat ini diharapkan mampu memberikan gambaran tentang kebutuhan air irigasi yang diperlukan bagi suatu  jenis tanah untuk jenis tanaman tertentu pada suatu  saat.  Data  laju  infiltrasi  ini juga dapat digunakan untuk  menduga  kapan suatu  run-off akan  teriadi  bila  suatu jenis  tanah  telah  menerima  sejumlah  air tertentu  baik  melalui  curah   hutan  ataupun  irigasi  dari   suatu  tandon  air  di permukan tanah.&#13;
          Penelitian ini dilakukan didalam kawasan Sub DAS  Krueng Jreu dan di Laboratorium Fisika Tanah Lingkungan Jurusan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas  Syiah  Kuala  dalan jangka  waktu  5  Bulan  (Agustus  -  Desember&#13;
2008). Tahapan dalam penelitian ini dimulai dengan pengumpulan data dan peta. Tahap  selanjutnya adalah dilakukan  overlay antara peta tatnguna  lahan dengan peta jenis tanah yang bert`ujuan untuk menentukan titik-titik pengukuran infiltrasi dilapangan  serta  kemudian  dilqjutkan  dengan  pengukuran  infiltrasi  dilapangan dengan  menggunakan Ring   lnfiltrometer Cincin  Ganda.  Analisa data dilakukan dengan  mengunakan  persamaan  Kostiakov  &amp;  Lewis,  Persanaan   Philips  serta Persamaan Horton.&#13;
Sub DAS Krueng Jreu secara geografis terletak antara 5o12'35&quot; - 5o26'09&quot; Lintang Utara dan 95o20'39&quot; Bujur Timur. Dengan luas Wilayah mencapai  22.176  Ha,  Sub  DAS  Krueng  Jreu  memiliki  beberapa pola pengunaan   lahan,   meliputi    Perkampungan,   Persawahan,   Kebun   Pekarangan, Pertanian Campuran, Semak Belukar serta Hutan.&#13;
          Hasil   dari   penelitian   ini   menunjukkan   bahwa   perhitungan   laju   dan akumulasi infiltrasi dengan menggunakan persamaan Philips menghasilkan nilai  yang paling mendekati dengan hasil pengukuran dilapangan. Nilai laju infiltrasi akhir   dari  model  Philips  pada  semua  tataguna  lahan  masing-masing  sebesar: Perkampungan   (0,4245   cm/menit);    Persawahan   (0,3025   cm/menit);   Tanah Terbuka  (02712  cm/menit);  Kebun  Pekarangan  (0,3453  cm/menit);  Pertanian Campuran  (0,3637  cm/menit);  Semak  Belukar  (0,3043  cm/menit);  dan  Hutan (0,4286  cm/menit).   Sementana  nilai    akumulasi   infiltrasi   dari   model   Philips masing-masing  sebesar  Perkampungan  (136,53  cm);  Persawahan  977,52  cm);Tanah   Terbuka   (133,46   cm);   Kebun   Pekarangan   (130,52   cm);   Pertanian Campuran (142,59 cm); Semak Belukar 90,69 cm); dan Hutan (143,14 cm). Nilai lqju  dan  akumulasi  infiltrasi  yang  paling  tinggi  terdapat  pada  tataguna  lahan berupa hutan, sedangkan yang terendah terdapat pada lahan persawahan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>127552</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-07 11:45:55</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-07 11:45:55</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>