PENGARUH KONSENTRASI LARU TEMPE DAN LARUTAN GARAM PADA PEMBUATAN TAUCO DARI AMPAS TAHU | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH KONSENTRASI LARU TEMPE DAN LARUTAN GARAM PADA PEMBUATAN TAUCO DARI AMPAS TAHU


Pengarang

Sri Hartati - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

9851511535

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknologi Hasil Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41231

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2008

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Tauco ampas Tahu merupakan produk kedelai yang berbentuk pasta dengan warna kekuning-kuningan sampai kecoklatan, rasanya agak asin dan dibuat dengan cara fermentasi dengan menggunakan ampas tahu sebagai subtrat disertai dengan penambahan garam dan gula aren. Korsentrasi Laru yang digunakan pada pembuatan tauco mempunyai peranan yang sangat penting, jika konsentrasi yang digunakan terlalu sedikit maka proses ferrnentasi akan berlangsung tidak semprna dan apabila konsentrasi yang digunakan terlalu banyak maka akan terjadi proses fermentasi lanjut. Larutan garam yang digunakan dalam proses fermentasj tauco mempengaruhi jenis mikrooorganisme yang tumbuh dan kelarutan protein dalam tauco. Oleh karena itu, dalam penelitian ini akan dikaji penggunaan konsentrasi iaru tempe dan larutan garam yang dapat menghasilkan tauco yang paling bermutu dari segi gizi dan organoleptik.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 3x3 yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah penambahan konsentrasi laru tempe (P) yang terdiri atas tiga taraf yaitu, P1=1%, P2=2%, dan P3= %. Faktor kedua yaitu konsentrasi larutan garam (K) yang terdiri atas tiga taraf, yaitu K1=20%. K2=35%, dan K3=50%. Sehingga kombinasi perlakuaan sebanyak 3 x3= 9 dengan demikian terdapat 9 kombinasi perlakuan dengan 3 (tiga) ulangan sehingga diperoleh 27 satuan percobaan.
Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis of variance (ANOVA), dan dilanjutkan dengan uji BNT (Beda Nyata Terkecil) untuk membedakan pengaruh antar perlakuan. Analisis kimia meliputi analisis kadar abu tidak larut dalam asam. Kadar garam NaCl, kadar Protein, selain itu juga ditentukan rendemen serta uji organoleptik tauco terhadap warna, rasa, dan aroma.
Berdasarkan penelitian, diperoleh hasil bahwa perlakuan penambahan konsentrasi laru tempe dan konsentasi larutan garam masing-masing berpengaruh
sangat nyata (P

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK