<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="127545">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH   KONSENTRASI LARU TEMPE DAN LARUTAN GARAM PADA PEMBUATAN TAUCO DARI AMPAS TAHU</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sri Hartati</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2008</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tauco  ampas  Tahu  merupakan   produk   kedelai   yang   berbentuk   pasta dengan  warna  kekuning-kuningan  sampai  kecoklatan,  rasanya   agak  asin  dan dibuat  dengan cara fermentasi  dengan  menggunakan ampas tahu sebagai  subtrat disertai   dengan   penambahan   garam   dan  gula   aren.   Korsentrasi  Laru  yang digunakan  pada pembuatan  tauco  mempunyai  peranan  yang  sangat  penting, jika konsentrasi    yang   digunakan   terlalu   sedikit   maka   proses   ferrnentasi   akan berlangsung   tidak  semprna  dan  apabila   konsentrasi  yang  digunakan   terlalu banyak maka akan terjadi proses fermentasi lanjut. Larutan garam yang digunakan dalam   proses   fermentasj   tauco   mempengaruhi   jenis  mikrooorganisme  yang tumbuh dan kelarutan  protein dalam tauco. Oleh karena  itu, dalam penelitian  ini akan dikaji penggunaan konsentrasi  iaru tempe dan larutan garam yang dapat menghasilkan tauco yang paling bermutu dari segi gizi dan organoleptik.&#13;
Penelitian  ini dilakukan dengan menggunakan  Rancangan  Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 3x3   yang terdiri  dari dua   faktor. Faktor pertama  adalah penambahan  konsentrasi  laru tempe (P) yang terdiri  atas tiga taraf yaitu,  P1=1%, P2=2%, dan P3= %. Faktor kedua yaitu konsentrasi  larutan garam (K) yang terdiri atas tiga taraf, yaitu K1=20%. K2=35%, dan K3=50%. Sehingga kombinasi perlakuaan  sebanyak  3 x3= 9 dengan demikian terdapat  9 kombinasi  perlakuan dengan 3 (tiga) ulangan sehingga diperoleh  27 satuan percobaan.&#13;
Data yang  diperoleh  dianalisis  menggunakan  analisis  of variance (ANOVA), dan dilanjutkan dengan uji BNT (Beda Nyata Terkecil) untuk membedakan  pengaruh antar perlakuan. Analisis kimia meliputi analisis kadar abu tidak   larut  dalam  asam.  Kadar   garam  NaCl,   kadar   Protein,   selain   itu  juga ditentukan rendemen serta uji organoleptik tauco terhadap warna, rasa, dan aroma.&#13;
Berdasarkan  penelitian, diperoleh hasil bahwa perlakuan penambahan konsentrasi  laru tempe dan konsentasi  larutan garam masing-masing berpengaruh&#13;
sangat  nyata    (P</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>127545</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-07 11:22:17</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-07 11:22:17</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>