HUBUNGAN METODE SORTASI DENGAN VIABILITAS DAN VIGOR BENIH KACANG PANJANG (VIGNA SINENSIS L.) SERTA APLIKASINYA TERHADAP PENDUGAAN KETAHANAN SALINITAS | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

HUBUNGAN METODE SORTASI DENGAN VIABILITAS DAN VIGOR BENIH KACANG PANJANG (VIGNA SINENSIS L.) SERTA APLIKASINYA TERHADAP PENDUGAAN KETAHANAN SALINITAS


Pengarang

Rinal Huda - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

9751132478

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agroteknologi (S1) / PDDIKTI : 54211

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2004

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

RINGKASAN

RINAL HUDA HUBUNGAN METODE SORTASI DENGAN VIABILITAS DAN VIGOR BENIH KACANG PANJANG (Vigna sinensis L.) SERTA APLIKASINYA TERHADAP PENDUGAAN KETAHANAN SALINITAS (dibawah bimbingan Sabaruddin sebagai ketua dan M. Saleh sebagai anggota) Tujuan penelitian ini adalah untuk mengctahui hubungan antara metode sortasi benih dengan viabilitas dan vigor benih kacang panjang serta aplikasinya untuk pendugaan tingkat ketahanan salinitas Penelitan ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala yang berlangsung pada Tanggal 10 Mei 2004 sampai dengan 24 juni 2004. Rancangan yang digunakan pada pengujian metode sortasi adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 3 x 3 dengan 3 kali ulangan Peubah yang diamati adalah potensi tumbuh, daya berkecambah dan kecepatan tumbuh. Sedangkan pada penelitian untuk pendugaan ketahanan salinitas digunakan RAL pola factorial 2 x 4 dengan 3 kali ulangan. Peubah yang diamati pada pengujian ini adalah vigor kecambah, kecepatan tumbuh dan berat kering kecambah normal Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode sortasi tidak berpengaruh nyata terhadap viabilitas benih kacang panjang. Meskipun demikian sortasi benih menggunakan larutan NaCI 1,5 % dengan benih berukuran besar menghasilkan rata rata viabilitas dan vigor yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya Penggunaan NaCl dengan konsentrasi 3,0 % dapat memberikan pengaruh yang negatif terhadap viabilitas dan vigor benih tersebut. Sedangkan faktor salinitas berpengaru h sangat nyata terhadap viabilitas benih. Viabilitas tertinggi dijumpai pada perlakuan tanpa NaCl (kontrol). berbanding terbalik, dimana semakin tingg salinitas maka semakin menurun viabilitasnya, dengan nilai r = -0,97 untuk vigor kecambah, -0,79 untuk kecepatan tumbuh, dan -0,99 untuk pada berat kering kecambah normal. Tidak terdapat interaksi yang nyata antara salinitas dengan metode sortasi terhadap peubah yang diamati.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK