<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="127519">
 <titleInfo>
  <title>THE REGISTRATION OF COPYRIGHT :</title>
  <subTitle>A COMPARATIVE STUDY BETWEEN INDONESIAN AND THE UNITED STATES LAWS</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NURUL ISNINA DHARMA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Hukum (S1)</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pasal 1 dan Pasal 64 Undang-Undang No. 24 Tahun 2008 tentang Hak Cipta menguraikan dua sistem perlindungan hak cipta: perlindungan otomatis dan pendaftaran sukarela. Sistem yang tumpang tindih ini dapat menimbulkan masalah, karena pendaftaran hanya berfungsi sebagai bukti awal kepemilikan, bukan bukti definitif. Menurut Pasal 74 Ayat (1) sub c Undang-Undang Hak Cipta Indonesia, keabsahan hukum dari pendaftaran dapat dibatalkan karena adanya keputusan pengadilan. Hal ini dapat mengakibatkan ketidakpastian hukum. &#13;
Tujuan dari tesis ini adalah untuk mengetahui dan memberikan penjelasan mengenai pengaturan dan penerapan pendaftaran hak cipta di bawah hukum Indonesia dan Amerika Serikat, persamaan dan perbedaan antara kedua hukum tersebut, dan pelajaran yang dapat dipetik Indonesia dari Amerika Serikat mengenai praktik pendaftaran hak cipta.&#13;
Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, kasus, dan perbandingan. Penelitian ini menggunakan bahan hukum primer berupa undang-undang dan kasus-kasus pengadilan, bahan hukum sekunder berupa buku-buku teks, jurnal, kasus-kasus, dan artikel-artikel, serta bahan hukum tersier berupa kamus dan ensiklopedia, dan wawancara terbatas. &#13;
Studi ini mengungkapkan bahwa Amerika Serikat mewajibkan pendaftaran hak cipta untuk tuntutan hukum, untuk memastikan kepastian hukum. Sebaliknya, sistem Indonesia memandang pendaftaran sebagai bukti awal. Indonesia dapat mengambil manfaat dengan mengadopsi praktik-praktik Amerika Serikat dalam melakukan verifikasi substantif yang menyeluruh dan meningkatkan kesadaran akan hak cipta.&#13;
Direkomendasikan kepada pemerintah Indonesia untuk mengembangkan program pendidikan tentang pendaftaran hak cipta, meningkatkan sistem verifikasi untuk mendeteksi pelanggaran, dan menyelaraskan peraturan dengan menegaskan keuntungan dari pendaftaran sukarela dan menerapkan verifikasi substantif oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>127519</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-07 09:34:41</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-07 10:05:52</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>