MAKNA SYAIR YANG TERKANDUNG PADA TARI SINING DI ACEH TENGAH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

MAKNA SYAIR YANG TERKANDUNG PADA TARI SINING DI ACEH TENGAH


Pengarang

Wike Tiara Maghfirah - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Tengku Hartati - 197108122006042001 - Dosen Pembimbing I
Ramdiana - 197609162006042001 - Dosen Pembimbing II
Rida Safuan Selian - 197610072002121003 - Penguji
Yuli Astuti - 199007202019032019 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2006102030092

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik (S1) / PDDIKTI : 88209

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas KIP Pendidikan Sendratasik., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Penelitain ini berjudul “Makna Syair Yang terkandung pada Tari Sining di Aceh Tengah”. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah makna syair yang terkandung pada Tari Sining di Aceh Tengah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Makna Syair yang Terkandung Pada Tari Sining di Aceh Tengah. Subjek penelitian ini adalah bapak Salman Yoga sebagai narasumber dan peneliti Tari Sining di Aceh Tengah. Objek dari penelitian ini adalah obsevasi, wawancara dan dokumentasi dengan teknik reduksi data. Hasil penelitian Tari Sining untuk mengecek kekuatan dan kekokohan sebuah rumah. Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan pada bab sebelumnya maka didapatkan bahwa Makna Syair Tari Sining di Aceh Tengah merujuk pada makna untuk meminta izin kepada sang pecipta alam saat proses penebangan pohon. Syair Tari Sining ini juga memiliki pesan-pesan seperti doa agar rumah yang akan dibuat diberkahi oleh Allah SWT. Fakta sosial yang ada berdasarkan Syair tersebut adalah menunjukan bahwa dalam perspektif kebudayaan Gayo memperlakukan lingkungan ketika mengakhiri kehidupannya tapi melanjutkan kebermanfaatannya saat menebang pohon, karena kayu itu mahkluk hidup. Untuk mengakhiri kehidupan kayu ini sebagai makhluk Allah harus meminta izin sama seperti kita menyembelih hewan ayam kerbau, kambing, ada ucapan bismillah itu adalah ungkapan terimakasih, dan harus meminta izin kepada penciptanya bahwa ada makhluk yang mau diakhiri kehidupnya untuk kebermanfataanya yang berbeda. Adapun makna sintanksis dan paradigmatik pada penelitian ini adalah sebuah kepercayaan masyarakat Gayo secara keseluruhan bahwa sebelum melakukan apapun kita harus meminta izin dulu kepada langit, bumi dan seluruh isinya agar terlindung dari mara bahaya gangguan yang ada diluarsana.
Kemudian syair ini juga bermakna sebagai penguat kayu yang dipakai dalam membuat rumah agar nantinya rumah tersebut kokoh dan kuat mulai dari awal pembuatannya sampai nanti rumah itu tidak dihuni lagi nantinya. Bedasarkan itu dahulu masyarakat Gayo sangat percaya dengan ritual-ritual yang ada pada masyarakat di Aceh Tengah.

Kata Kunci : Makna, Syair Tari Sining

Citation



    SERVICES DESK