<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="127514">
 <titleInfo>
  <title>MAKNA SYAIR YANG TERKANDUNG PADA TARI SINING DI ACEH TENGAH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Wike Tiara Maghfirah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP Pendidikan Sendratasik</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Penelitain ini berjudul “Makna Syair Yang terkandung pada Tari Sining di Aceh Tengah”. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah makna syair yang terkandung pada Tari Sining di Aceh Tengah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Makna Syair yang Terkandung Pada Tari Sining di Aceh Tengah. Subjek penelitian ini adalah bapak Salman Yoga sebagai narasumber dan peneliti Tari Sining di Aceh Tengah. Objek dari penelitian ini adalah obsevasi, wawancara dan dokumentasi dengan teknik reduksi data. Hasil  penelitian Tari Sining  untuk mengecek kekuatan dan kekokohan sebuah rumah. Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan pada bab sebelumnya maka didapatkan bahwa Makna Syair Tari Sining di Aceh Tengah merujuk pada makna untuk meminta izin kepada sang pecipta alam saat proses penebangan pohon. Syair Tari Sining ini juga memiliki pesan-pesan seperti doa agar rumah yang akan dibuat diberkahi oleh Allah SWT.  Fakta sosial yang ada berdasarkan Syair tersebut adalah menunjukan bahwa dalam perspektif kebudayaan Gayo memperlakukan lingkungan ketika mengakhiri kehidupannya tapi melanjutkan kebermanfaatannya saat menebang pohon, karena kayu itu mahkluk hidup. Untuk mengakhiri kehidupan kayu ini sebagai makhluk Allah harus meminta izin sama seperti kita menyembelih hewan ayam kerbau, kambing, ada ucapan bismillah itu adalah ungkapan terimakasih, dan harus meminta izin kepada penciptanya bahwa ada makhluk yang mau diakhiri kehidupnya untuk kebermanfataanya yang berbeda. Adapun makna sintanksis dan paradigmatik pada penelitian ini adalah sebuah kepercayaan masyarakat Gayo secara keseluruhan bahwa sebelum melakukan apapun kita harus meminta izin dulu kepada langit, bumi dan seluruh isinya agar terlindung dari mara bahaya gangguan yang ada diluarsana. &#13;
Kemudian syair ini juga bermakna sebagai penguat kayu yang dipakai dalam membuat rumah agar nantinya rumah tersebut kokoh dan kuat mulai dari awal pembuatannya sampai nanti rumah itu tidak dihuni lagi nantinya. Bedasarkan itu dahulu masyarakat Gayo sangat percaya dengan ritual-ritual yang ada pada masyarakat di Aceh Tengah.&#13;
&#13;
Kata Kunci : Makna, Syair Tari Sining&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>127514</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-07 08:59:50</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-07 09:46:52</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>