<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="127509">
 <titleInfo>
  <title>KESESUAIAN LAHAN UNTUK TAMBAK UDANG PASCA TSUNAMI DI DESA LADONG KECAMATAN MESJID RAYA KABUPATEN ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Jhon Hendrix</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2006</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>RINGKASAN &#13;
&#13;
JHON HENDRIX, Evaluasi Kesesuaian Lahan Untuk Tambak Udang di Desa Ladong Kecamatan Mcsjid Raya Kabupaten Aceh Besar (di bawah bimbingan H.M. Yusuf Nyakpa sebagai Ketua dan Muyassir sebagai anggota).  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesesuaian lahan untuk  tambak udang di Desa Ladong Kecamatan Mesjid Raya yang terkena dampak  tsunami. Waktu penelitian dimulai dari bulan Desember 2005 sampai Maret 2006. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survai yang bersifat deskriptif. Pelaksanaan penelitian ini diawali dengan mengumpulkan data primer dan data sekunder. Adapun tahapan penelitian terdiri dari (I) tahapan observasi dan pcngambilan sampel di lapangan, (2) tahapan analisis di laboratorium dan (3) tahapan interpretasi data dan rekomendasi.  Di lokasi penelitian terdapat 3 satuan pengamatan yang berupa zona, yaitu  Zona I berada pada lingkungan vegetasi mangrove, daerah yang paling dekat dengan muara A. Kutadarabatee (0,0 km), bentuk wilayah datar (0-3 %), tingkat kedalaman tanah &gt;120 cm. tekstur tanah tergolong lempung berpasir (agak kasar ), drainase tergolong buruk dan luas daerah ini adalah 22 ha (26%), Zona 2 lingkungannya dipengaruhi oleh vegetasi kebun kelapa, berada pada daerah datar  (0-3 %) dan dekat dengan muara A. Kutadarabatee (0,2 km), tekstur  tanah  lempung berpasir (agak kasar), drainase tergolong cepat dan luas daerah ini adalah I9 ha (23%), dan Zona 3 dipengaruhi oleh lingkungan yang bervegetasi jarang (lahan terbuka), berada pada daerah datar (0-3%) dan dekat dengan muara Krueng  Phochi (0,0 km), tekstur  tanah lempung liat berpasir (agak halus), drainase  tergolong sanga t buruk dan Luas areal ini adalah 43 ha (51 %).  Karakteristik tanah setiap zona yang berupa hamparan batuan, tebal gambut, dan kedalaman pirit (FeS) tidak ditemukan, sedangkan kelas tekstur tanah dan drainase pada Zona I dan Zona 2 sama yakni lempung berpasir (agak  kasar), drainase tergolong buruk sena tekstur tanah pada Zona 3 adalah lempung liat berpasir (agak halus) dan drainase tergolong buruk. Karakteristik air setiap zona tidak jauh berbeda . Hasil analisis menunjukkan bahwa kandungan oksigen terlarut pada Zona I adalah 7,5 mg I',  Zona 2 adalah yakni 7,0 mg I'dan Zona 3 yakni 6,7 mg I', salinitas air pada Zona  I tinggi yakni 33,0 %%, pada Zona 2 tinggi yakni 34,2 % dan Zona 3 tinggi yakni 33,0 %%. Suhu air yang diperoleh setiap zona sama yakni 32 C, tingkat kecerahan air tercatat sama pada Zona I, Zona 2 dan Zona 3 yakni 52 cm. Nilai pH air pada Zona I rendah yakni 72, Zona 2 rendah yakni 7,3 dan Zona 3 rendah yakni 7,4. Kandungan amoniak pada Zona I sangat rendah (0,I mg I'), Zona 2 sedan g (0,4 mg I') dan Zona 3 rendah (0,3 mg I'). Pasang surut air laut tercatat 1,5 -2 m. Hasil evaluasi kesesuaian lahan aktual di Zona 1 dan Zona 2 termasuk kedalam kelas lahan tidak sesuai saat ini (NI t a) dengan faktor pembatasnya adalah tekstur dan kecerahan, sedangkan Zona 3 tergolong kelas lahan NI a (tidak sesuai saat ini) dengan faktor pembatas kecerahan. Untuk memperbaiki kecerahan perlu melapisi tanah dasar tambak dengan tanah yang bertekstur lempung atau liat, pemupukan, dan pembangunan jaringan irigasi pada setiap zona sehingga meningkatkan bahan organik dalam air, sehingga kelas lahan aktual menjadi kelas lahan potensial yakni kurang sesuai (S3  I  t  i) dengan faktor pembatas adalah tekstur, drainase dan iklim dengan tingkat perbaikan tergolong tinggi.  &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>127509</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-06 17:13:21</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-06 17:13:21</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>