<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="127497">
 <titleInfo>
  <title>KESESUAIAN IKLIM MIKRO GREENHOUSE TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI (BRASSICA JUNCEA) PADA TEKNOLOGI AEROPONIK</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Wira Nurmawaddah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2007</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>RINGKASAN&#13;
&#13;
 Aeroponik adalah suatu sistem penanaman tanpa menggunakan media tanah yang dapat menghematkan penggunaan air. Berbeda dengan kaedah penanaman tanaman  Aeroponik  yang memerlukan akar tanaman terendam dalam nutrisi, tetapi sistem penanaman  hidroponik  memerlukan ruang udara antara akar tanaman dan pipa yang menyemprotkan nutrisi serta air untuk melembabkan dan menyuburkan tanaman. Proses penanaman bermula dengan perkecambahan biji, setelah dua hari dalam ruang perkecambah an benih itu dipindahkan kc tempat persemaian, yang dibiarkan selama dua minggu sebelum diletak.kan di atas media tanam didalam rumah  aeroponik  aeroponik.  Didalam rumah tersebut, tanaman-tanaman itu  akan dibiarkan membesar sehingga sampai waktunya untuk dipanen.  Pada penelitian ini parameter yang di amati terbatas hanya pada iklim mikro yang meliputi suhu dan kelembaban saja. Data primer yang diperoleh pada penelitian ini dilakukan dengan pencatatan suhu pada pukul 07.00, 12.00 dan 17.00 WIB di da1am dan di luar  greenhouse  dengan menggunakan thermometer bola basah dan thermometer bola kering, dengan  greenhouse yang digunakan adalah  greenhouse  Pada penelitian ini tanaman dibagi menjadi 2 bagian yaitu perlakuan yang diberi penambahan cahaya pada malam hari dan bagian kontrol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui iklim mikro  greenhouse  tipe  piggy back  yang sesuai menggunakan teknologi  greenhouse  terhadap pertumbuhan tanaman sawi  aeroponik  (Brassica juncea).  Suhu rata-rata pada pagi hari di dalam  greenhouse sebesar 25,8C dan untuk suhu luar sebesar 24,50 C, sedangkan suhu rata-rata pada siang hari sebesar 40,2 0C dan suhu luar  greenhouse  sebesar 36,4 0C, dan pada sore hari suhu di dalam  sebesar 31,9 0C dan suhu luar  greenhouse  greenhouse  sebesar 29,6 0C. Untuk malam harinya, rata-rata suhu pada pukul 20.00 di dalam  sebesar 26,5 0C dan di luar  greenhouse  greenhouse  sebesar 26,4 0C, serta pada pukul 22.00 untuk di dalam  greenhouse  memiliki rata-rata sebesar 25,8 0C dan di luar  sebesar 22.7 0C.  greenhouse  Dari keseluruhan rata-rata diatas suhu yang diperoleh, suhu malam hari pukul 22.00 WIB merupakan suhu yang cocok untuk tanaman sawi, karena tanaman sawi menginginkan suhu antara 15.25 0C untuk pertumbuhannya. Kelembaban relatif  (relative humidity)  yang diperoleh di lapangan adalah memiliki rata-rata pada pagi hari di dalam  se sebesar 73,7 % dan di luar  green hou greenhouse sebesar 75,5 %, pada siang hari di dalam greenhouse memiliki rata­ rata sebesar 73,2 % dan di luar greenhouse sebesar 70,7 % serta pada sore hari rata-rata kelembaban di dalam greenhouse sebesar 74,5 % dan di luar greenhouse  sebesar 73,9 %. Dari rata-rata data RH yang diperoleh di lapangan, keseluruhan nilai RH yang diperoleh tergolong kedalam RH yang sesuai, karena kisaran RH yang diperoleh berada di bawah 80%. Apabila RH yang diperoleh berada diatas yang diperoleh berada di bawah 80%. Apabila RH yang diperoleh berada diatas 80%, maka ini tergolong kedalam RH yang tinggi dan merupakan keadaan yang kritis bagi tanaman. Tinggi tanaman pada bagian kontrol hanya dapat mencapai 28,3 em bila  dibandingkan dengan bagian perlakuan yang dapat mencapai ketinggian mencapai  36,1 cm demikian juga halnya dengan panjang akar dan panjang daun pada bagian  perlakuan memilki ukuran masing-masing secara berturut-turut adalah 46 cm dan  19 cm jika di bandingkan dengan panjang akar dan panjang daun pada bagian  kontrol yang hanya dapat mencapai pcrtumbuhan sebesar 42 cm dan 13 cm. Unutuk jumlah daun. pengamatannya dilakukan selam delapan sehari sekali atau selama periode pertumbuhan. Unutk bagian perlakuan jumlah daun yang dimiliki sebanyak 12 helai, scdangkan untuk bagian kontrol hanya mencapai 10helai. Tingkat produktivitas tanaman di peroleh dari pengukuran berat total dari keseluruhan tanaman sawi. Dilapangan, di peroleh berat total sawi sebesar 3437 gram atau 3,4 kilogram. Untuk bagian perlakuan mcmiliki berat scbesar 2147 gram, sedangkan pada bagian kontrol hanya sebesar 1290 gram. Jumlah yang  dihasilkan sangatlah sedikit, karena pcmbudidayaannya hanya dilakukan sebanyak  satu bedengan saja, dimana satu</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>127497</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-06 15:57:28</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-06 15:57:28</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>