Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KESESUAIAN IKLIM MIKRO GREENHOUSE TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI (BRASSICA JUNCEA) PADA TEKNOLOGI AEROPONIK
Pengarang
Wira Nurmawaddah - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0205106010071
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2007
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
RINGKASAN
Aeroponik adalah suatu sistem penanaman tanpa menggunakan media tanah yang dapat menghematkan penggunaan air. Berbeda dengan kaedah penanaman tanaman Aeroponik yang memerlukan akar tanaman terendam dalam nutrisi, tetapi sistem penanaman hidroponik memerlukan ruang udara antara akar tanaman dan pipa yang menyemprotkan nutrisi serta air untuk melembabkan dan menyuburkan tanaman. Proses penanaman bermula dengan perkecambahan biji, setelah dua hari dalam ruang perkecambah an benih itu dipindahkan kc tempat persemaian, yang dibiarkan selama dua minggu sebelum diletak.kan di atas media tanam didalam rumah aeroponik aeroponik. Didalam rumah tersebut, tanaman-tanaman itu akan dibiarkan membesar sehingga sampai waktunya untuk dipanen. Pada penelitian ini parameter yang di amati terbatas hanya pada iklim mikro yang meliputi suhu dan kelembaban saja. Data primer yang diperoleh pada penelitian ini dilakukan dengan pencatatan suhu pada pukul 07.00, 12.00 dan 17.00 WIB di da1am dan di luar greenhouse dengan menggunakan thermometer bola basah dan thermometer bola kering, dengan greenhouse yang digunakan adalah greenhouse Pada penelitian ini tanaman dibagi menjadi 2 bagian yaitu perlakuan yang diberi penambahan cahaya pada malam hari dan bagian kontrol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui iklim mikro greenhouse tipe piggy back yang sesuai menggunakan teknologi greenhouse terhadap pertumbuhan tanaman sawi aeroponik (Brassica juncea). Suhu rata-rata pada pagi hari di dalam greenhouse sebesar 25,8C dan untuk suhu luar sebesar 24,50 C, sedangkan suhu rata-rata pada siang hari sebesar 40,2 0C dan suhu luar greenhouse sebesar 36,4 0C, dan pada sore hari suhu di dalam sebesar 31,9 0C dan suhu luar greenhouse greenhouse sebesar 29,6 0C. Untuk malam harinya, rata-rata suhu pada pukul 20.00 di dalam sebesar 26,5 0C dan di luar greenhouse greenhouse sebesar 26,4 0C, serta pada pukul 22.00 untuk di dalam greenhouse memiliki rata-rata sebesar 25,8 0C dan di luar sebesar 22.7 0C. greenhouse Dari keseluruhan rata-rata diatas suhu yang diperoleh, suhu malam hari pukul 22.00 WIB merupakan suhu yang cocok untuk tanaman sawi, karena tanaman sawi menginginkan suhu antara 15.25 0C untuk pertumbuhannya. Kelembaban relatif (relative humidity) yang diperoleh di lapangan adalah memiliki rata-rata pada pagi hari di dalam se sebesar 73,7 % dan di luar green hou greenhouse sebesar 75,5 %, pada siang hari di dalam greenhouse memiliki rata rata sebesar 73,2 % dan di luar greenhouse sebesar 70,7 % serta pada sore hari rata-rata kelembaban di dalam greenhouse sebesar 74,5 % dan di luar greenhouse sebesar 73,9 %. Dari rata-rata data RH yang diperoleh di lapangan, keseluruhan nilai RH yang diperoleh tergolong kedalam RH yang sesuai, karena kisaran RH yang diperoleh berada di bawah 80%. Apabila RH yang diperoleh berada diatas yang diperoleh berada di bawah 80%. Apabila RH yang diperoleh berada diatas 80%, maka ini tergolong kedalam RH yang tinggi dan merupakan keadaan yang kritis bagi tanaman. Tinggi tanaman pada bagian kontrol hanya dapat mencapai 28,3 em bila dibandingkan dengan bagian perlakuan yang dapat mencapai ketinggian mencapai 36,1 cm demikian juga halnya dengan panjang akar dan panjang daun pada bagian perlakuan memilki ukuran masing-masing secara berturut-turut adalah 46 cm dan 19 cm jika di bandingkan dengan panjang akar dan panjang daun pada bagian kontrol yang hanya dapat mencapai pcrtumbuhan sebesar 42 cm dan 13 cm. Unutuk jumlah daun. pengamatannya dilakukan selam delapan sehari sekali atau selama periode pertumbuhan. Unutk bagian perlakuan jumlah daun yang dimiliki sebanyak 12 helai, scdangkan untuk bagian kontrol hanya mencapai 10helai. Tingkat produktivitas tanaman di peroleh dari pengukuran berat total dari keseluruhan tanaman sawi. Dilapangan, di peroleh berat total sawi sebesar 3437 gram atau 3,4 kilogram. Untuk bagian perlakuan mcmiliki berat scbesar 2147 gram, sedangkan pada bagian kontrol hanya sebesar 1290 gram. Jumlah yang dihasilkan sangatlah sedikit, karena pcmbudidayaannya hanya dilakukan sebanyak satu bedengan saja, dimana satu
Tidak Tersedia Deskripsi
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK DAUN GROWMORE TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI (BRASSICA JUNCEA L.) (ADHE NADZIRAH ULFA, 2022)
PENGGUNAAN LAMPU TL DIMALAM HARI PADA SISTEM AEROPONIK TANAMAN SAWI (BRASSICA JUNCEA) DALAM GREENHOUSE (Rakhmat Z, 2021)
KAJIAN KONSENTRASI GARAM DAN LAMA FERMENTASI TERHADAP ASINAN SAWI PUTIH (BRASSICA JUNCEA L) (SETIA MAGFIRAH, 2018)
JUMLAH PEMBERIAN AIR DAN BIOCHAR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SAWI (BRASSICA JUNCEA L.) JUMLAH PEMBERIAN AIR DAN BIOCHAR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SAWI (BRASSICA JUNCEA L.) JUMLAH PEMBERIAN AIR DAN BIOCHAR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SAWI (BRASSICA JUNCEA L.) JUMLAH PEMBERIAN AIR DAN BIOCHAR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SAWI (BRASSICA JUNCEA L.) JUMLAH PEMBERIAN AIR DAN BIOCHAR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SAWI (BRASSICA JUNCEA L.) JUMLAH PEMBERIAN AIR DAN BIOCHAR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SAWI (BRASSICA JUNCEA L.) JUMLAH PEMBERIAN AIR DAN BIOCHAR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SAWI (BRASSICA JUNCEA L.) JUMLAH PEMBERIAN AIR DAN BIOCHAR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SAWI (BRASSICA JUNCEA L.) JUMLAH PEMBERIAN AIR DAN BIOCHAR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SAWI (BRASSICA JUNCEA L). (Fitriyani, 2015)
PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI (BRASSICA JUNCEA) HIDROPONIK DENGAN MENGUNAKAN RAKIT APUNG (FLOATING RAFT HIDROPONIC) (Muhammad Isa, 2024)