PERENCANAAN JADWAL TENAGA KERJA DENGAN METODE PDM PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG MIN (MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI) ULEE LHEUE - BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERENCANAAN JADWAL TENAGA KERJA DENGAN METODE PDM PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG MIN (MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI) ULEE LHEUE - BANDA ACEH


Pengarang

Rina Aulia - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0404101020161

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2010

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Perencanaan jadwal tenaga kerja ini dilatarbelakangi sering terjadinya keterbatasan jumlah tenaga kerja yang enyebabkan keterlambatan proyek secara keseluruhan. Tujuan dari perencanaan untuk mendapatkan penggunaan tenaga kerja serata mungkin atau fluktuasi yang terjadi tidak terlalu tajam dengan menggunakan pemerataan sumber daya (resource leveling) yaitu metode MMA (Minimum Momen Algorithm) dan Microsoft Project. Sedangkan penjadwalan dilakukan dengan menggunakan metode PDM (Precedent Diagram Method) yang menggunakan Microsoft Project sebagai alat bantu pengaplikasian. Studi kasus pada perencanaan ini Proyek Pembangunan Gedung MIN (Madrasah Ibtidaiyah Negeri) Ulee Lheue--Banda Aceh. Perencanaan dimulai dengan jadwal tenaga kerja (pekerja). Proses penjadwalan tercakup penguraian komponen pekerjaan, penentuan durasi, perkiraan jumlah pekerja tiap item pekerjaan, hubungan antar kegiatan, serta analisis fluktuasi pekerja. Perencanaan durasi untuk tenaga kerja diasumsikan sesuai dengan lapangan. Pada MMA pemerataan dicapai bila nilai IF (Improvement Factor) yang diperoleh telah negatif dan dilakukan hanya pada kegiatan yang memiliki nilai free float, yaitu untuk kegiatan 3.1.3, IF = -90, untuk kegiatan 4.3.5, IF = -960, untuk kegiatan 4.5.3, IF = -7, untuk kegiatan 4.5.6, IF = -486. Sedangkan pemerataan tenaga kerja yang menggunakan fasilitas resource
levelling pada Microsoft Project dengan sumber daya yang direncanakan yaitu mengguna.kan sumber daya tidak terbatas dapat dituang dalam bentuk histogram, sehingga terjadi perubahan yang tidak begitu signifikan. Perubahan yang terjadi mengakibatkan sumber daya pekerja pada aktifitas akan bergeser. Histogram yang diperoleh dari 2 (dua) cara pemerataan tersebut ditelusuri dengan penyajian tabel perbandingan fluktuasi penambahan dan pengurangan pekerja yang menghasilkan nilai yang tidak signifikan dengan kondisi awal sehingga bila clitinjau dari segi biaya maka metode MMA lebih optimal karena penambahan dan pengurangan pekerja pada MMA lebih kecil bila dibandingkan pada kondisi awal dan Microsoft Project.



Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK