UJI KUANTITATIF FORMALIN PADA PRODUK PERIKANAN KERING DI NAGAN RAYA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

UJI KUANTITATIF FORMALIN PADA PRODUK PERIKANAN KERING DI NAGAN RAYA


Pengarang

Nur fadila - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Sri Agustina - 198508052015042001 - Dosen Pembimbing I
Khairunnisa - 199209232022032013 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2011101010128

Fakultas & Prodi

Fakultas Kelautan dan Perikanan / Ilmu Kelautan (S1) / PDDIKTI : 54241

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kelautan dan perikanan., 2024

Bahasa

Indonesia

No Classification

338.372 7

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Keamanan pangan merupakan aspek yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Keamanan pangan ditentukan oleh ada tidaknya komponen berbahaya baik secara fisik, kimia maupun mikrobiologi. Penggunaan formalin sebagai pengawet ternyata telah disalahgunakan dalam industri makanan seperti halnya pada pengolahan produk perikanan. Penggunaan formalin sangat berdampak bahaya bagi kesehatan manusia. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No.33 tahun 2012 menyatakan bahwa formalin dilarang dan tidak diperbolehkan dalam bahan makanan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kandungan formalin secara kuantitatif pada ikan asin, teri asin dan cumi asin dari produk lokal dan produk luar lokal yang dijual pada beberapa pasar Nagan Raya. Penelitian ini dilakukan pada Februari hingga Juli 2024. Identifikasi penelitian ini menggunakan pereaksi asam kromatofat dengan pengukuran kadar formalin menggunakan spektrofotometri Uv-vis. Hasil uji kuantitatif pada seluruh sampel rata-rata mengandung kadar formalin yang berbeda-beda. Rata-rata kadar formalin tertinggi terdapat pada Pasar Simpang Peut yaitu berkisar 20,20 mg/kg dan kadar yang terendah terdapat pada Pasar Pulo yaitu 12,59 mg/kg. Kadar formalin tertinggi terdapat pada sampel lokal teri asin di Pasar Simpang Peut sebesar 37,26 mg/kg dan kadar formalin terendah terdapat pada sampel lokal cumi asin di Pasar Pulo berkisar 4,43 mg/kg.

Kata Kunci: Formalin, produk perikanan, asam kromatofat, spektrofotometri Uv-vis

Food safety is a very important aspect in life. Food safety is determined by the presence or absence of dangerous components both physically, chemically and microbiologically. The use of formaldehyde as a preservative has apparently been misused in the food industry as well as in the processing of fishery products. The use of formalin has a very dangerous impact on human health. Based on minister of health regulation No. 33 of 2012, it is stated that formaldehyde is prohibited and not permitted in food ingredienst. The aimof this research is to quantitative determine the formalin content in salted fish, salted anchovies and salted sqiud from local products anda foreign products sold in several Nagan Raya markets. This research was carried out from February to July 2024. Identification in this research used chromatophic acid reagent with measuremene of formalin levels using Uv-vis spectrophotometry. The quantitative test results for all samples on average contained different levels of formalin. The highest average level of formaldehyde was at Simpang Peut Market, namely around 20.20 mg/kg and the lowest level was at Pulo Market, namely 12.59 mg/kg. The highest formalin levels were found in local samples of salted anchovies at Simpang Peut Market at 37.26 mg/kg and the lowest formalin levels were found in local samples of salted squid at Pulo Market, around 4.43 mg/kg. Keywords: Formalin, fisery products, chromatophic acid, Uv-vis spectrophotometry

Citation



    SERVICES DESK