UJI SENSOR SEBAGAI PENGONTROL DALAM PEMBERIAN AIR P ADA TANAMAN SA WI (BRASSICA JUNCEA) DENGAN SLSTEM AEROPONIK | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

UJI SENSOR SEBAGAI PENGONTROL DALAM PEMBERIAN AIR P ADA TANAMAN SA WI (BRASSICA JUNCEA) DENGAN SLSTEM AEROPONIK


Pengarang

Hardik Nasution - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0205106010024

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian Teknik Pertanian (S1)., 2007

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Sawi (Brassica juncea) merupakan jenis sayuran yang sudah dikenal di kalangan konsumen dari berbagai bangsa. Bagi masyarakat biasa sayuran ini dikonsumsi sebagai pelengkap sayuran serta khasiatnya untuk kesehatan. Ditinjau dari aspck agroklimatologis, Indonesia sangat potensial untuk pembudidayaan tanaman sayuran. Tanaman sayuran ini sangat baik diusahakan di daerah yang beriklim dingin, air yang cukup (tidak berlebihan), suhu berkisar antara 15 -- 25
C, dengan kelembaban optimum 70 -- 80 %. Cahaya yang kuat dapat merusak
pertumbuhannya. Untuk menghasilkan tanaman yang bermutu tinggi, maka diciptalah teknologi baru di lingkungan yang terkendali. Salah satunya yang sedang dikembangkan adalah budidaya tanaman sayuran dengan sister aeroponik yang ditempatkan dalam green house
Aeroponik merupakan suatu cara bercocok tanam sayuran diudara tanpa
penggunaan tanah, yang nutrisinya discmprotkan ke aknr tanaman dalam bentuk kabut dengan menggunakan irigasi sprinkler. Sehingga memerlukan suatu alat sensor guna memberikan suatu pengaturan irigasi atau untuk memberikan nutrisi yang kontiniu dalam menjaga pertumbuhan tanaman tersebut.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji sensor dalam pemberian
nutrisi pada akar tanaman sawi, juga sebagai pcngontrol alat penyiraman pada tanaman acroponik secara otomatis.
Sensor pengontrol penyiraman ini digunakan untuk menjaga kadar air di perakaran tanaman aeroponik. Sensor yang digunakan berupa kawat tembaga,
untuk membangkltkan sinyal darl sensor tersebut diperlukan IC LM 741 yang merupakan Op-Amp dinamakan juga pcnguat diferensial (differential amplifier) yang pada dasarnya dioperasikan dalam mode pembanding (Comparator). Translstor C9013 dlgunakan untuk memperkuat arus keluaran Op-Amp sehingga mencegah pembebanan lebih. Penurunan tegangan AC dilakuk.an dengan menggunakan scbuah trafo step down yang mempunyai beberapa macam tegangan pada baglan sekundemya, salah satu tegangan sckundernya yaltu antara CT dan 12 volt discarahkan dengan empat buah dioda dan disaring oleh dua buah kapasitor yang kemudian diregulasi secara tetap sebesar 12 volt.
Untuk mendapatkan hasll keluaran yang balk, sebelumnya dilakukan dengan mencoba bebcrapa kali pengujian ((trial error), pengaturan nilai tahanan, juga pengujian kalibrasi diantaranya penempatan adjusment zero pada alat dan kalibrasl keluaran alat terhadap kadar air. Apablla sensor mendeteksi adanya tingkat kadar uap air yang dianggap rendah/kering disekitar sensor, maka dengan seketika sensor ini akan memberikan umpan balik/perintah untuk menghubungkan motor pompa dengan bantuan relay dengan kapasltas kontak NC maupun NO nya adalah 5 ampere untuk tegangan 12 volt DC, serta 10 ampere 220 volt AC. Sehingga pengontrol ini langsung dapat dibebani untuk motor I phase. Besarnya tegangan set (harga setting) ditentukan oleh R2 sebagal pengubah frekuensl tegangan dari O Hz sampai dengan I KHz. Dalam hal ini R6 juga berfungsi sebagai tran duser, dimana arus yang mengalirinya dikonversikan kedalam bentuk tegangan keluaran yang dapat diatur. Hal ini san gat bergun a untuk mendapatkan suatu koordlnasl pengaturan terhadap RI0. sehingga dipero leh langkah pengaturan yang lebar antara 0 sam pai 10 V. Sedangkan kawat tembaga digunakan sebagai sensor dengan pembatasan besarn ya arus oleh RIO dan R 11, aru s yan g dialirkan tldak akan meleblhl 0,18 mA. Dalam hal inl keluaran transduser berharga positlf (+) sedangkan tegangan setting negatif (-). Sehingga keluaran Op-Amp menjadi tinggi pada saat kawat tembaga basah, dan sebaliknya pada saat k:awat tembaga kering keluaran Op-Amp sangat rendah ( 0 Volt).Kebutuhan air tanaman (ETc) sawi ditentukan dengan menghitung evapotranspirasi acuan (ETo) menggunakan metode Penman. ETo tertinggi pada bulan Mel sebesar 4,27 mm/harl dan yang terendab pada bulan Desember sebesar 2,98 mm/hari. ETc maksimum terjadi pada bulan Mei scbesar 3,84 mm/hari dan nilai ETc minimum terjadi pada awal masa tanam sekitar I, 71 mrn/hari. Air yang dlberlkan pada tanaman sawl pada awal perlode pertumbuhan sebesar 2,9 mm/hari, pada pertengahan pertumbuhan sebesar 4,7 mm/nari dan pada akhir pertumbuhan sebesar 6,6 mm/hari, sehingga diperoleh efisiensi irigasi sebesar
63,3 persen. Hasll produksl tanaman sawi diperoleh sebesar 3,4 kg /4 m

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK