<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="127393">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUHVARIETASDANLAMAPENGENDAPAN TERBADAP  KUALITAS PATI UBI JALAR (LPOMEA BATATAS L.)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Erna Hayati</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknologi Hasi Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2008</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ubi  jalar   (/pomea  batatas  ,    L)  merupak.an   sumber   karbohidrat   yang mempunyai  potensi untuk  dikembangkan sebagai  bahan pengganti  beras. Ubi jalar mempunyai   keragaman jenis   yang  terdiri  atas jenis  lokal  dan beberapa   varietas unggul.  Tanaman   ubi jalar  memiliki varietas  yang  berbeda,  varietas  ubi jalar  ada yang digologkan sebagai  varietas  unggul  dengan  kriteria berumur  pendek  yaitu  3-4 bulan,  rasa ubi enak clan man.is. memiliki  basil yang tinggi,  tahan terhadap  hama pengerak,  kaar   karoten    tinggi,    keadaan    serta    ubi   rendah.   Ubi   jalar    dapat dimanfaatkan sebagai bahan  pangan,  pakan  ternak,  dan bahan  baku  industri.  Pati merupakan   salah   satu   bentuk   pengolahan   ubi  jalar   yang   dapat   dimanfaatkan sebagai bahan  baku dikalangan industri  baik industri pangan maupun  non pangan.&#13;
Pati  ubi  jalar   diperoleh  dari  umbi  ubi  jalar dengan   sistem   pengolahan basah  yang  dimulai  dari  proses   sortasi,   pengupasan,  pencucian,  penggilingan, ekstraksi,  penyaringan, pengendapan,  pemisahan,  pengeringan, penggilingan dan dihasilkan  pati  halus.  Pengunaan jalur pengendapan merupakan salah  satu proses dari pengolahan pati yang bertujuan agar butiran  pati yang berukuran 3-26 mikron dapat banyak diperoleh.  Proses  pengendapan pati yang baik adalah  6 jam.&#13;
&#13;
Penelitian ini bertujuan  untuk  rnengetahui  varietas  dan  lama  pengendapan terbaik terhadap  kualitas  pati  ubi jalar.  Ubi jalar yang digunakan adalah ubi jalar jenis   lokal,ari,  dan  sukuh,    Penelitian    ini  menggunakan   Rancangan   Acak. Lengkap  (RAL). &#13;
     Pola 3x  3 dengan  2  faktor  yaitu  faktor  varietas   ubi  jalar (V) yang terdiri  dari  3 taraf,  yaitu  VI  = varietas  lokal, V2 = varietas   sari dan  V3= varietas  sukuh.  Serta faktor  lama  pengendapan (P) yang terdiri  dari 3  taraf,   yaitu P 1     =  4 jam,  P2 =  6 jam, dan  P3 =  8 jam. Dengan  demikian  terdapat  9 kombinasi perlakuan   dengan   masing   -masing  dengan   3   kali   ulangan,   sehingga   untuk keseluruhan terdapat  27 satuan  percobaan.  Data  yang diperoleh diaoalisis  dengan menggunakan  statistika  Analysis  of Varians  (ANOVA),  dan  dilanjutkan dengan uji  BNT  (Beda  Nyata   Terkecil)   untuk  membedakan   pengarub   antar  perlakuan. Parameter   yang   dianalisis   rendeman,   kadar   air,  kadar   abu,   kadar   pati,   suhu gelatinisasi,  swelling power, viskositas,  kadar serat, uji organoleptik (wama).&#13;
Hasil  penelitian   diperoleh   bahwa  varietas   ubi  jalar   berpengaruh   sangat&#13;
nyata  (P &lt; 0,01)  terhadap  rendeman,  kadar air,  suhu  gelatinisasi,  swelling power,&#13;
&#13;
kadar  pati, serat  kasar,  dan organoleptik warna dan  berpengaruh  tidak  nyata  (P &gt;0,05   terhadap   kadar   abu   dan   viskositas).   Lama   pengendapan   menunjukkan pengaruh  sangat  nyata  (P &lt; 0,01) terhadap  rendeman,  kadar  air, kadar  pati,  serat kasar,   dan   berpengaruh   tidak   nyata   (P   &gt;   0,05)   terhadap    kadar   abu.   subu&#13;
gelatinisasi,  swelling  power viskositas  dan organoleptik warna.  Interaksi  varietas ubi jalar dan  lama  pengendapan  menunjukkan   pengaruh sangat  nyata  (P 0,05) terhadap  kadar air, kadar abu, suhu    gelatinisasi,     swelling   power,   serat    kasar    dan    organoleptik   warna. Berdasarkan    metode   indek   efektifitas    bahwa   perlakuan   terbaik   didapat   dari&#13;
varietas  sukuh  dengan  lama pengendapan  6 jam  (VP).&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>127393</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-05 14:57:58</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-05 14:57:58</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>