<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="127386">
 <titleInfo>
  <title>PERTUMBUHAN VEGETATIF BIBIT KELOR (MORINGA OLEIFERA L.) AKIBAT DOSIS NITROGEN DAN INTERVAL PENYIRAMAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nadia Sofi Alyandara</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian (S1)</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kelor (Moringa oleifera L.) termasuk salah satu tanaman yang banyak manfaat, padat nutrisi dan berkhasiat. Tanaman kelor dapat digunakan sebagai sumber pangan, obat alami, pakan ternak dan penjernih air mulai dari biji, bunga, daun, batang dan akarnya. Tanaman kelor mampu mentoleransi lingkungan tumbuh yang ekstrem seperti suhu tinggi dan musim kemarau yang lama. Selain itu, tanaman kelor memiliki pertumbuhan yang cepat dan mampu bertahan pada kondisi tanah yang miskin unsur hara. Tanaman kelor memiliki potensi yang tinggi namun di Indonesia hingga saat ini masih sedikit masyarakat yang membudidayakan tanaman kelor, hal ini dikarenakan masyarakat masih kurang mengetahui mengenai kandungan pada kelor serta cara budidaya kelor yang masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis nitrogen dan interval penyiraman serta interaksi diantara kedua faktor tersebut terhadap pertumbuhan vegetatif bibit kelor. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Laboratorium Tanah dan Tanaman, Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih, dan Laboratorium Analisis Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini berlangsung dari bulan Februari sampai dengan Juni 2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola faktorial 4 x 3 yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah dosis nitrogen yang terdiri atas 4 taraf yaitu kontrol, 3 g, 9 g dan 15 g tanaman-1. Faktor kedua adalah interval penyiraman yang terdiri atas 3 taraf yaitu penyiraman setiap hari (kontrol), penyiraman 3 hari dan penyiraman 6 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis nitrogen berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter yang diamati, namun pertumbuhan vegetatif bibit kelor yang yang cenderung lebih baik dijumpai pada pemberian dosis nitrogen 15 g tanaman-1. Interval penyiraman berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 8 Minggu Setelah Pindah Tanam (MSPT), diameter batang pada umur 6, 8, 10 dan 12 MSPT, bobot basah daun pada umur 7 MSPT dan bobot kering daun pada umur 7 MSPT, berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 6 MSPT. Pertumbuhan vegetatif bibit kelor terbaik didapatkan pada interval penyiraman setiap hari. Tidak terdapat interaksi antara dosis nitrogen dengan interval penyiraman terhadap semua parameter yang diteliti.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>127386</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-05 12:23:21</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-05 14:58:54</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>