PERENCANAAN SIMPANG BERSINYAL BERLENGAN LIMA TANPA BUNDARAN DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE SIDRA INTERSECTION 5.1 (STUDI KASUS : SIMPANG LIMA BANDA ACEH) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERENCANAAN SIMPANG BERSINYAL BERLENGAN LIMA TANPA BUNDARAN DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE SIDRA INTERSECTION 5.1 (STUDI KASUS : SIMPANG LIMA BANDA ACEH)


Pengarang

Yuli Firmansyah - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0804101010149

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2013

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Simpang merupakan pertemuan ruas-ruas jalan yang fungsinya untuk melakukan perubahan arah lalu-lintas. Simpang Lima Banda Aceh merupakan persimpangan bersinyal berlengan lima yang memiliki bundaran . Tundaan dan antrian yang terjadi pada persimpangan ini sangat tinggi disebabkan oleh volume lalu lintas yang terus bertambah, dan tata letak persimpangan yang menghubungkan dengan kawasan perkantoran dan perdagangan. Pada kasus ini antrian kendaraan terlihat di setiap lengannya baik jam puncak pagi, siang dan sore hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja simpang berlengan lima dengan beberapa perbandingan yang dilakukan, kinerja pada kondisi eksisting dan kinerja simpang pada saat bundaran dihilangkan dengan melakukan perubahan fase dan waktu siklus pada peak hour dan off peak hour. Dalam menghitung kinerja simpang SIDRA digunakan software Intersection 5.I karena kinerja simpang yang memiliki lengan lebih dari empat dengan pengaturan lampu lalu-lintas dapat dihitung dengan menggunakan software ini. Data yang dikumpulkan berupa data volume lalu-lintas yaitu pada hari Senin pada pagi pukul 07.15-09.15 WIB, siang 13.15 ­ 15.15 WIB, dan sore 17.00-18.00 WIB, data geometrik simpang, data fase dan waktu siklus simpang. Data tersebut kemudian diolah dengan menggunakan software SIDRA Intersecion 51 untuk mendapatkan parameter simpang. Berdasarkan hasil dari pengolahan data dengan menggunakan SIDRA Intersection 5.1, hasil perhitungan pada kondisi eksisting diperoleh volume puncak 4460 smp/jam, kapasitas 3058 smp/jam, derajat kejenuhan (DS) 1,620, tundaan 160,6 detik. Berdasarkan metode HCM 2010 untuk menilai tingkat pelayanan (LOS), bila derajat kejenuhan > 1,00 maka nilai tingkat pelayanannya adalah F (arus terhambat), hal ini harus dihindari, karena dapat menyebabkan terjadinya tundaan dan antrian yang tinggi pada persimpangan . Hasil setelah dilakukan perbaikan diperoleh kapasitas 5269 smp/jam , derajat kejenuhan 0.911, tundaan 34.3 detik, dan tingkat pelayanan (LOS) C pada saat peak hour. Sedangkan pada saat off peak hour diperoleh kapasitas sebesar 5622 smp/jam, derajat kejenuhan 0.327, tundaan I 9.5 detik dan tingkat pelayanan (LOS) B. Perbaikan yang dilakulcan pada penanganan simpang ini yaitu dengan melakukan perubahan fase dan waktu siklus simpang dari 134 detik menjadi 90 detik sesuai dengan metode pada SIDRA Intersection 5.I

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK