<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="127380">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PENCAMPURAN ABU SEKAM PADI DAN KAPUR UNTUK STABILISASI TANAH LEMPUNG GLEE GEUNTENG DENGAN MENGGUNAKAN ALAT UJI CBR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Riky Ismed</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2007</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Tulisan ini mengemukakan pengaruh pencampuran abu sekam padi   kapur  sebagai bahan stabilisasi pada Tanah Lempung Glee Geunteng dari Desa Rima  dan  Keunereum Kecamatan Peukan Bada Kabupaten Aceh Besar terhadap nilai daya   dukung dan nilai pengembangannya. Penelitian yang dilakukan meliputi   CBR   pengujian   terendam (soaked) dan   tidak   CBR   terendam (unsoaked). Pada   CBR   pengujian   terendam (soaked), benda uji tanpa campuran dibuat sebanyak 7   buah, sedangkan dengan campuran dibuat sebanyak 21 buah. Pada pengujian CBR   tidak terendam (unsoaked), jumlah benda uji sama dengan jumlah benda uji CBR   terendam (soaked). Penambahan bahan campuran yang terdiri dari abu sekam padi  dan kapur dilakukan secara bervariasi, yait 4%, 8%, dan 12% dari berat kering   tanah, di mana perbandingan antara kapur dan abu sekam padi adalah 50%: 50%.   Pengujian ini juga dilakukan dengan memadatkan benda uji dalam beberapa   variasi kadar air, yaitu pada kadar air optimum (Wopt), pada kadar   4% di  bawah optimum (-4% Wopt), pada kadar air 4% di   air   optimum (+4% Wopt).  dan pada kadar air di atas 8% optimum (+8% Wopt). Pengukuran nilai daya  dukung tanah menggunakan alat uji CBR dan untuk pengembangan tanah diukur   atas   berdasarkan angka pada dial gauge ketika tanah direndam selama 4 hari. Hasil   penelitian menunjukkan bahwa penambahan campuran dengan kadar 8%   menghasilkan nilai CBR tertinggi yaitu 7,27% pada nilai CBR terendam (soaked)   dan 11,65% pada nilai CBR tidak terendam (unsoaked). Selain itu campuran   dengan kadar 8% ini juga dapat memperkecil nilai pengembangan tanah hingga  0%. Secara umum hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa pencampuran abu sekam padi dan kapur dapat dijadikan sebagai bahan stabilisasi untuk  memperbaiki dan meningkatkan stabilitas Tanah Lempung Glee Geunteng. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>127380</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-05 11:01:56</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-05 11:01:56</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>