ANALISIS PENGARUH CURAH HUJAN TERHADAP REDAMAN SINYAL GELOMBANG MIKRO PADA FREKUENSI KA-BAND DALAM SISTEM TELEKOMUNIKASI STUDI KASUS : DI KAWASAN BANDA ACEH DAN SEKITARNYA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS PENGARUH CURAH HUJAN TERHADAP REDAMAN SINYAL GELOMBANG MIKRO PADA FREKUENSI KA-BAND DALAM SISTEM TELEKOMUNIKASI STUDI KASUS : DI KAWASAN BANDA ACEH DAN SEKITARNYA


Pengarang

Riska Nurza Yanti - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0408102010040

Fakultas & Prodi

Fakultas MIPA / Fisika (S1) / PDDIKTI : 45201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam., 2010

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Indonesia sebagai negara tropis yang memiliki curah hujan tinggi memerlukan pengkajian yang lebih cermat dalam penggunaan gelombang mikro yang beroperasi pada frekuensi 30 GHz, karena penggunaan frekuensi tinggi pada sistem telekomunikasi gelombang mikro akan terganggu akibat pengaruh redaman sinyal yang ditimbulkan olch hujan. Hujan dapat memperlemah sinyal gelombang mikro , karena tetes-tetes air hujan akan meredam sinyal yang melintasinya. Secara probabilitas statistik redaman terhadap sinyal gelombang mikro dapat diperkirakan dengan menggunakan model perkiraan redaman berdasarkan distribusi kumulatif intensitas curah hujan. Dari hasil penelitian, didapat pada persentase waktu 0,01% nilai redaman spesifiknya sebesar 9,16 dB/Km . Untuk lintasan terestrial semakin besar panjang lintasan yang dilalui gelombang mikro dalam wilayah hujan, maka redamannya semakin besar. Pada lintasan satelit digunakan model perkiraan DAH, penurunan hesar redaman dengan sudut elevasi yang meningkat disebabkan oleh panjang lintasan efektif yang semakin kecil. Dari basil yang diperoleh, dapat disimpulkan babwa frekuensi di atas 10 GHz (Ka-Band) dapat direkomendasikan untuk dipakai di Kota Banda Aceh, mengingat intensitas curah hujan di Banda Aceh tergolong sedang yakni 49,6 mm/h.
Kata kunci: frekuensi peredaman sinyal, intensitas hujan, Ka-Band, metode DAH

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK