Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH VARIASI JARAK TULANGAN SENGKANG TERHADAP KAPASITAS DUKUNG KOLOM BETON BUSA BERTULANG
Pengarang
Irham Hidayad - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0404101010028
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2011
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak tulangan sengkang terhadap kapasitas dukung kolom beton busa bertulang dengan menggunakan Faktor Air Semen (FAS) 0.5 dan penambahan serat sabut kelapa, yang meliputi pengujian kuat tekan yang dilakukan pada benda uji silinder dengan ukuran 15 x 30 cm sebanyak I5 benda uji, pengujian kuat tarik belah pada benda uji selinder dengan ukuran 15 x 30 cm sebanyak I5 benda uji, dan pengujian kuat tekan pada benda uji kolom dengan ukuran penampang 25 cm x 25 cm serta tinggi benda uji adalah 200 cm sebanyak 4 benda uji. Tulangan pokok yang digunakan adalah 010 mm dan tulangan sengkang 08 mm dengan jarak sengkang I 00 mm untuk 2 buah benda uji dan 75 mm untuk 2 buah benda uji lainnya. Ruang lingkup dalam penelitian ini dibatasai oleh FAS 0,5 dan sG = 1,2 dcngan penambahan serat serabut kelapa sebesar 0,5% dari berat benda uji. Pada pemeriksaan kuat tekan, kuat tarik belah, dan modulus elastisitas dari benda uji silinder 15/30 menunjukkan bahwa beton busa yang digunakan mencapai kekuatan tekan 100,382 kg/cm' dengan modulus elastisitas 29259, 590 kg/cm' dan kuat tarik belah sebesar IO, 184 kg/em. Beban aksial yang diberikan kepada benda uji kolom dilakukan secara sentris. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kolom beton busa bertulang mampu menahan beban aksial sebesar 2, I 8 ton (RFC25 10-100) dan 2, I 6 ton (RFC2510-75) sebelum terjadi keretakan kolom. Kapasitas dukung kolom RFC25 I 0-100 pada kondisi elastis baja terlampaui adalah 20,59 ton dan 31,54 ton, sedangkan kolom RFC2510-75 adalah 21,54 ton dan 42,74 ton. Kapasitas dukung maksimum (keruntuhan tekuk mulai terjadi) kolom RFC2510-100 adalah 45,02 ton dan 49,99 ton, sedangkan kolom RFC2510-75 adalah 38,23 ton dan 44,60 ton. Analisis dalam menghitung kapasitas kolom beton busa bertulang dapat menggunakan analisis kolom pa da beton normal dengan menggun akan asumsi terjadinya eksentrisitas minimum dengan faktor reduksi 0,65. Pada penelitian ini penggunaan jarak sengkang I 00 mm lebih optimal daripada penggunaan jarak sengkang 75 mm.
Tidak Tersedia Deskripsi
ANALISIS PERILAKU GESER BALOK BETON RINGANRNBUSA BERTULANG DENGAN AGREGAT BONGKAHANRNCANGKANG SAWIT (HAYATI, 2014)
PENGARUH VARIASI JARAK TULANGAN SENGKANG TERHADAP KAPASITAS DUKUNG KOLOM BETON BUSA BERTULANG (Irham Hidayad, 2024)
ANALISIS PERILAKU GESER BALOK BETON RINGAN BUSA BERTULANG DENGAN AGREGAT PASIR POZZOLAN ALAMI (Hafiz Riadi, 2025)
STUDI VARIASI TULANGAN SENGKANG EKSTRA PADA KOLOM BETON BERTULANG TERHADAP PENINGKATAN NILAI KAPASITAS BEBAN AKSIAL (Misdar, 2025)
PERILAKU BALOK BETON BUSA BERTULANG (REINFORCED FOAMED CONCRETE) TERHADAP PERBEDAAN JARAK SENGKANG DI BAWAH BEBAN STATIK (EDI SAPUTRA, 2024)