DAMPAK PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN DI SUB DAS KRUENG SEULIMEUM TERHADAP BESARNYA NILAI EVAPOTRANSPIRASI AKTUAL | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

DAMPAK PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN DI SUB DAS KRUENG SEULIMEUM TERHADAP BESARNYA NILAI EVAPOTRANSPIRASI AKTUAL


Pengarang

Siti Khamaryah - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0505106010074

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2010

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Perubahan tutupan lahan sangat berpengaruh terhadap nilai evapotranspirasi. Tanah yang tidak ditumbuhi tanaman atau tidak bervegetasi nilai evapotranspirasi pada umumnya lebih kecil, ini disebabkan karena tidak ada suatu
mekanisme yang mampu menyerap air dari lapisan tanah yang lebih dalam sehingga hanya air yang terdapat di lapisan tanah bahagian atas saja yang dapat diuapkan. Sedangkan tanah yang ditumbuhi tanaman (bervegetasi) nilai evapotranspirasinya akan lebih besar, ini disebabkan tanaman dapat mengambil air yang berada dalam tanah lapisan yang lebih dalan untuk kemudian diuapkan. Salah satu persamaan yang dapat digunakan untuk menghitung evapotranspirasi adalah persamaan neraca air (water balance).
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa perubahan tutupan lahan di Sub DAS Krueng Seulimeum selana periode (1977-2002), menganalisa besarnya evapotranspirasi aktual menggunakan persamaan neraca air dan menganalisa
hubungan perubahan tutupan lahan dengan besarnya evapotransphasi.
Perubahan penutupan lahan yang teriadi pada Daerah Sub DAS Krueng Seulimeum selama empat periode yaitu tahun 1977,1987, 1995 dan 2002 tersebut sangat bervariasi. Persentase penurunan terjadi pada penutupan lahan hutan yang sangat besar, yaitu pada tahun 1977 sebesar 70.86 % mengalami penurunan sebesar 39.56 % ditahun 2002. Hal ini menandakan bahwa telah terjadi pengurangan luasan hutan (deforestasi) di Sub DAS Krueng Seulimeum.
Sedangkan persentase peningkatannya teriadi pada penutupan alang-alang dan rumput, yaitu di tahun 1977 persentasenya 17.97 % menjadi 31.9 % di tahun 2002 ini teriadi pada penutupan lahan alang-alang dan pada penutupan lahan rumput persentasenya 5.36 % (1977) meningkat menjadi 22.02 % di tahun 2002.
Evapotranspirasi tertinggi terjadi di tahun 1995 yaitu sebesar 28.73 mm/hari dan pada tahun 1993 juga termasuk evapotranspirasi tertinggi yaitu sebesar 17.33 mm/hari. Sedangkan evapotranspirasi terendahnya terjadi di tahun 2000 yaitu sebesar 2.78 mm/hari. Hasil dari persamaan multiple regresi yang diperoleh adalah: Et = -9.897 + (3.260*Sawah) + (0.297*alang-along) - (0.172*rumput). Hasil perhitungan perubahan tutupan lahan dengan evapotranspirasi dihitung dengan menggunakan persamaan multiple regresi diperoleh nilai Et82 = 4.07 mm/hari, Et85ngg = 3.84 mm/hari, Etg3.97 = 4.80 mm/hari dan Et2000 = 4.56 mm/hari, dengan nilal r = I.000 dan SEC = 0.01.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK