<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="127274">
 <titleInfo>
  <title>STUDI ETNOFARMAKOLOGI TUMBUHAN OBAT DI KECAMATAN TIRO, KABUPATEN PIDE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MIFTAHUR RAHMAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP Pendidikan Biologi</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Miftahur Rahmah (2024). Studi Etnofarmakologi Tumbuhan Obat di Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie. (Skripsi. Universitas Syiah Kuala). Dibawah bimbingan Prof. Dr. Djufri, M.Si., dan Dr. Zumaidar, S.Si., M.Si.&#13;
&#13;
Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie merupakan salah satu wilayah yang masyarakatnya masih menanam tumbuhan yang mempunyai khasiat untuk digunakan sebagai pengobatan alternatif. Namun belum ada penelitian di Kecamatan Tiro terkait tumbuhan yang digunakan sebagai obat. Jarak perjalanan menuju pusat kesehatan yaitu rumah sakit yaitu sekitar 18 km, membuat masyarakat lebih memilih untuk menggunakan tanaman sebagai pengobatan alternatif. Tujuan penelitian untuk mengetahui jenis, bagian dan cara pengolahan tanaman yang digunakan sebagai obat. Penelitian dilakukan di  Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie  pada bulan Januari hingga Juni 2024. Penelitian menggunakan metode observasi langsung dan wawancara. Responden dalam penelitian ini terdiri dari dari 11 orang informan kunci dan 93 informan non kunci. Data dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian sebanyak 83 spesies yang ditemukan terdiri dari 46 familia tumbuhan. Paling dominan ditemukan adalah familia Zingiberaceae. Bagian tumbuhan yang paling sering digunakan ialah daun sebanyak 53 spesies (63%) dan cara pengolahan yang sering digunakan adalah direbus sebanyak 34 spesies (40%). Use value (UV) tertinggi ialah daun sirsak (0,701) dan Fidelity Level (FL) untuk penyakit dalam ialah 64 spesies (86.49%) sedangkan penyakit luar ialah 23 spesies (31.08%). Gampong dengan kearifan lkal yang lebih baik ialah gampoeng panton bunoet.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Etnofarmakologi, Kecamatan Tiro, Tumbuhan Obat.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>127274</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-31 17:51:33</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-31 17:59:43</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>