EFEKTIVIAS BAHAN ORGANIK KEPADA NETRALISLR KETOKSIKAN MN DAN GEJALA PENYAKIT ABIOTIS PADA PERTUMBUHAN TANAMAN ROSA SINENSIS | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

EFEKTIVIAS BAHAN ORGANIK KEPADA NETRALISLR KETOKSIKAN MN DAN GEJALA PENYAKIT ABIOTIS PADA PERTUMBUHAN TANAMAN ROSA SINENSIS


Pengarang

Ismirza Salam - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0405103010005

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Proteksi Tanaman (S1) / PDDIKTI : 54295

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2011

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Ismirza Salon / 0405103010005 / "Efekvititas Bahan Organik Kepada Netralisir Ketoksikan Mn dan Gejala Penyakit Abiotis pada Pertumbuhan Tanaman Rosa Sinensis dengan pembimbing utama Ibu Dr. Rosmaidar Djafruddin dan
pembinbing kedua lr. Tjut Chamzurni M.P.
Rosa Sinensis adalah bunga yang menjadi bahagian hidup manusia sebagai simbolis budaya dan agama. Penanaman bunga mawar di lahan tsunami adalah untuk memperindah lingkungan setelah terkena bencana. Dimana logam berat termasuk Mn terbawa menutupi lahan pertanian dari vulkano yang berasal dri dasar lautan Hindia
sewaktu tragedi tsunami teriadi pada tanggal 26 oktober 2004.
Tiga taraf bahan organik yang diaplikasikan yaitu : 0 (kontrol) rasio (I:3) antara Bahan Organik (B0) dan Tanah Tsunami (TS) dan rasio (I:I) BO : TS. Dikombinasikan dengan tiga taraf Mn konsentrasi (kontrol),taraf optimun (5uM) dan taraf toksik (25 uM). Maka di dapat sembilan kombinasi perlakuan dengan tiga ulangan yang disusun dalam Rancangan kelompok (RAK). Data yang dikoleksi adalah : I) Jumlah tunas dan kuntum. ketoksikan yang dideterminasi secara visual observasi. 3) pH tanah. 4) Gejala penyakit abiotis yang ditimbulkan. 5) Berat kacang tanah dan tanaman. 6) Panjang akar. Berat basah tanah dan tanaman. 8) Kadar air tanah dan tanaman.
Hasil penelitian menunjukan bahwa tsunami yang dicampur dengan bahan organik dengan rasio (I:I) paling baik untuk pertumbuhan tanaman karena lebih banyak memegang air, terbukti dengan berat kering paling rendah dimiliki. Walaupun setelah pemberian nutrien rasio Pchan Organik 00) : Tanah Ts`mani
(rs) adalch tetap paling balk di dalam kon isi 25 uM Mn. Rasio (1:1) merangsang penyerapan air dari tanah sehingga berat basah tanaman menjadi lebih mudah karena metabolisme tanaman lebih objektiv dengan pemberian Mn 5 dan 25 uM. Bagainanapun pertumbuhan akar lebih baik pada perlakuan 5 uM Mn pada pemberian bahan organik (1 :3) di dalam tanah tsunami, ditandai dengan panjang dan berat kering akar lebih tinggi signifikan dengan perlakuan lainnya.
Tanpa penambahan bahan organik, kandungan air jatuh mencapai 5% di dalam tanah dibandingkan dengan pemberian bahan organik (I:3) di dalam tanah tsunami kandungan air mencapai 20% di daldm tanah. Bagaimanapun kandungan air < 20% dalam tanah dengan rasio (in),'i karena diperlakukan adanya proses penyerapan air..
Setelah pemberian Mn bersama nutrien yang lain kandungan air tanah meningkat mencapai 58% dalam rasio (I:1) BO dan TS. Dengan kondisi tanpa Mn (0) signifikan dengan perlakuan lainnya '`5 dan 25 uM Mn). Bagaimanapun ketersedian air tanh mempengaruhi jumlch| yang dihisap oleh tanaman, terbukti dengan hubungan tinier y = I,15 X a`2 = 59*) Kandungan air yang terbanyak adalah pada perlakuan rasio (I : I) BO dan TS dengan kondisi tanpa (0) Mn. juga kandungan air tanah sangat mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Berat kering dan berat basah tanaman meningkat dengan bertamhahnya kandungan air tanah.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK