<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="127205">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS WASTE DAN OPTIMALISASI PROSES PRODUKSI KAPAL TRADISIONAL UKURAN 3GT MENGGUNAKAN METODE LEAN SIX SIGMA DAN FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS ( STUDI KASUS :</title>
  <subTitle>CV. WAHANA KARYA)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Fadhil</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Dalam industri pembuatan dan perbaikan kapal tradisional, kualitas produk menjadi faktor penting untuk mempertahankan daya saing. Penelitian dilakukan pada CV. Wahana Karya, terdapat 2 jenis waste kritis yang mempengaruhi proses produksi kapal tradisional ukuran 3GT yaitu waste defect dan waste excess processing. Didapatkan bahwa waste defect yang terjadi adalah sebesar 16,13% dari total komponen, sedangkan waste excess processing dipengaruhi oleh jumlah waste defect yaitu mencapai 17,49 dari total lead time yaitu 2955 jam. Root cause analysis mendapatkan bahwa terdapat beberapa faktor yang menyebabkan waste seperti manajemen stock material yang kurang baik dan penggunaan alat yang masih sederhana. Potensi kegagalan tertinggi terindikasi pada tidak dilakukannya inspeksi ulang pada saat kayu sampai dan masih menggunakan alat ukur sederhana. Dari perhitungan FMEA, dilakukan pembuatan alternatif perbaikan seperti, melakukan inspeksi ulang pada material yang sampai, melakukan pengawasan SOP, dan penetapan jadwal maintenance pada alat operasional yang sering digunakan. Implementasi Lean Six Sigma menunjukkan peningkatan nilai sigma pada waste defect dengan penurunan komponen defect dari 394 menjadi 200 dengan peningkatan six sigma 3,1 menjadi 3,2 dan penurunan waktu rework dari 517 jam menjadi 373,274 jam dengan peningkatan six sigma dari 3,61 menjadi 3,74. Hal ini diharapkan dapat mengurangi waste defect dan excess processing dalam proses produksi kapal tradisional ukuran 3GT.&#13;
Kata Kunci: Lean Six Sigma, Root Cause Analysis (RCA), Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), Value Engineering.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>127205</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-31 11:09:42</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-31 11:33:58</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>