<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="127204">
 <titleInfo>
  <title>PENGEMBANGAN MODEL SKENARIO EVAKUASI KORBAN BENCANA GEMPA BUMI UNTUK RENCANA TANGGAP DARURAT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pasca Sarjana</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Dissertation</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Di kota-kota kepulauan, keterbatasan sarana dan prasarana menjadi salah satu kendala distribusi korban luka akibat gempa. Untuk memperoleh bantuan, dibutuhkan waktu yang cukup lama hingga bantuan sampai ke lokasi bencana. Perawat sebagai bagian dalam upaya tanggap darurat bencana juga perlu untuk selalu berusaha mengembangkan strategi dan prosedur kerja yang lebih efektif dan optimal. Merujuk hal tersebut, disertasi ini diarahkan pada pengembangan model skenario yang optimal untuk evakuasi dalam jangka waktu tertentu terhadap korban cidera akibat bencana gempa bumi.  &#13;
Penelitian pengembangan skenario evakuasi korban bencana ini dilakukan melalui beberapa tahap. Masing-masing tahap digunakan metode dan subjek penelitian yang berbeda. Untuk tahap pertama, karya ilmiah ini  menggunakan studi literasi untuk menghimpun referensi sebagai dasar ilmiah pengembangan model Evakuasi korban bencana dan dalam rangka pengembangan pedoman eksplorasi kendala proses Evakuasi korban. &#13;
Berpedoman dari hasil studi tahap pertama, proses penelitian dilanjutkan dengan tahap eksplorasi kendala proses Evakuasi Korban Bencana. Pada tahap ini digunakan dua pendekatan penelitian yaitu penelitian kualitatif dan kuantitatif.. Kami menggunakan pendekatan kualitatif bertujuan untuk dapat mengeksplorasi dan mengidentifikasi informasi yang menyuluruh dan lengkap terkait kendala proses evakuasi korban bencana berdasarkan pengalaman perawat. Studi kualitatif dengan desain Fenomenologis ini kami analisis dengan menggunakan inductive content analysis. Hasilnya dapat diidentifikasi Sembilan kendala yang dikelompokkan kedalam kedua bagian yaitu Kendala dukungan institusional dan kendala rute. &#13;
Pendekatan peneltian kuantitatif kami gunakan untuk dapat menidentifikasi dan menganalisis tingkat keterkaitan antara kendala yang telah dikumpulkan untuk menganalsis kaitan dan faktor kendala dominan terhadap efektifitas proses evakuasi korban bencana dari perspektif perawat untuk rencana tanggap darurat di Aceh. Proses analisis dilakukan melalaui tiga langkah yakni : Deskriptif analisis, Corelatif analisis dan uji regresi logistik berganda untuk menilai faktor kendala dominan. Hasilnya dapat di identifikasi 3 faktor kendala dominan yang berkaitan dengan efektifitas proses evakuasi korban bencana adalah faktor kondisi rute, sumber daya manusia dan rumah sakit tujuan.&#13;
Sedangkan tahap tahap terakhir adalah tahap formulasi dan simulasi model. Tahap ini merupakan tahap inti dari pengembangan model evakuasi korban bencana. Tujunannya adalah untuk memberikan informasi tentang mekanisme pendistribusian korban cidera dengan meminimalkan total waktu untuk tiba di fasilitas kesehatan. Studi pemodelan ini menggunakan Mixed Integer Programming untuk mensimulasi dua skenario jemput-antar korban. Proses simulasi menggunakan data base terkait populasi dan kondisi lingkungan di Kota Sabang. Hasilnya mendistribusikan korban ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan pertolongan awal menjadi lebih cepat daripada mengantar korban ke rumah sakit sebagai pilihan utama.   &#13;
Akhirnya kami berharap, model yang dihasilkan ini dapat membantu membantu memfasilitasi pengambilan keputusan strategis secara cepat dan optimal dalam menggunakan sumber daya yang tersisa dalam situasi ketidakpastian pascabencana, seperti kendaraan, kapasitas tempat tidur, dan sumber daya manusia. Penelitian ini telah memberikan model skenario evakuasi korban luka gempa yang dapat meminimalkan total waktu penjemputan dan pengantaran korban di fasilitas kesehatan. Selain itu, model ini juga dapat digunakan sebagai media perencanaan rute yang efektif dengan waktu minimal pada saat tanggap darurat.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>127204</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-31 11:08:54</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-31 11:31:23</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>