<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="127198">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS NILAI EKONOMI OBJEK WISATA ALAM DANAU LUT TAWAR, ACEH TENGAH DENGAN MENGGUNAKAN TRAVEL COST METHOD</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ira Julia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Eksistensi hutan di Indonesia wajib dikelola secara terencana dan terpadu agar salah satu alternatif memberikan manfaat bagi lingkungan dan kehidupan manusia di sekitarnya. Oleh karena itu, untuk mewujudkan pengelolaan hutan yang bermanfaat bagi kehidupan rakyat ialah menjadikan hutan sebagai suatu kawasan wisata. Menurut Undang-Undang No.10 Tahun 2009, pariwisata adalah kegiatan perjalanan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dengan mengunjungi tempat tertentu untuk tujuan rekreasi, pengembangan pribadi atau mempelajari keunikan daya tarik wisata yang dikunjungi dalam jangka waktu sementara. Pengelolaan suatu kawasan wisata alam ialah bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan pariwisata di Indonesia, termasuk Aceh mempunyai salah satu tempat wisata yang populer bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Saat ini industri pariwisata di Aceh berkembang dengan cepat, mulai dari objek wisata bahari, wisata sejarah, wisata alam hingga wisata buatan.Analisis nilai ekonomi penting untuk masyarakat, pengelola dan pemerintah dalam pengembangan Objek Wisata serta meningkatan potensi dan optimalisasi Objek Wisata Alam, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik pengunjung, menghitung nilai ekonomi dari wisata alam Danau Lut Tawar di kawasan Pante Gemasih dan Pante Menye menggunakan metode Travel Cost Method dan Menganalisis persepsi wisatawan. Nilai ekonomi suatu kawasan objek wisata dapat dihitung dengan menggunakan metode biaya perjalanan (Travel Cost Method). Metode biaya perjalanan ini digunakan untuk memperkirakan nilai ekonomi suatu objek wisata alam berdasarkan penilaian individu atau kelompok terhadap biaya untuk mengunjungi tempat wisata. Analisis nilai ekonomi penting untuk masyarakat, pengelola dan pemerintah dalam pengembangan Objek Wisata serta meningkatan potensi dan optimalisasi Objek Wisata Alam, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik pengunjung, menghitung nilai ekonomi dari wisata alam Danau Lut Tawar di kawasan Pante Gemasih dan Pante Menye menggunakan metode Travel Cost Method dan Menganalisis persepsi wisatawan. Nilai ekonomi suatu kawasan objek wisata dapat dihitung dengan menggunakan metode biaya perjalanan (Travel Cost Method). Metode biaya perjalanan ini digunakan untuk memperkirakan nilai ekonomi suatu objek wisata alam berdasarkan penilaian individu atau kelompok terhadap biaya untuk mengunjungi tempat wisata. Hasil Penelitian ini menunjukan karakteristik responden wisata Pante Menye dan Pante Gemasih mayoritas yaitu perempuan, berusia 17-25 tahun, asal daerah Aceh Tengah dan Bireun Pante menye, Bener Meriah Pante Gemasih, dengan tingkat pendidikan pelajar/mahasiswa, penghasilan Rp.500.000 Pante Menye, Rp. 2.000.000-3.500.000 Pante Gemasih, dengan status dominan sudah menikah Pante Menye, Belum Menikah Pante Gemasih, tranpostasi yang digunakan berupa kendaraan pribadi dan berkunjung bersama keluarga dangan tujuan rekreasi. Persepsi pengunjung terhadap daya tarik Objek Wisata Alam Pante Menye dan Pante Gemasih berdasarkan kondisi keindahan alam dan kenyamanan memiliki kategori sangat baik, berdasarkan kondisi kebersihan pada Pante Menye dalam kategori netral, Pante Gemasih kategori baik. Sedangkan persepsi pengunjung terhadap ketersediaan fasilitas Objek Wisata Alam Pante Menye dan Pante Gemasih berdasarkan fasilitas tempat bermain dan tempat bersantai dalam kategori baik pada Pante Menye, Pante Gemasih sangat baik, kondisi udara yang sangat baik, kondisi jalan yang netral pada Pante Menye, Pante Gemasih kondisi jalan sudah baik, kemudahan dalam menjangkau, jarak dari rumah, jarak dari kota takengon, perjalanan masuk dalam kategori baik, kendaraan umum dalam kategori netral. Nilai ekonomi Objek Wisata Alam Pante Menye berdasarkan metode biaya perjalanan (Travel cost method) total rata-rata biaya perjalanan sebesar Rp.564.406,25 perorang. Pante Gemasih rata-rata sebesar Rp.379.375 perorang dengan responden pada Pante Menye 32 orang, Pante Gemasih 32 orang. Nilai ekonomi objek wisata Alam perbulan di Pante Menye Rp145.688.000, sedangkan di Objek Wisata Alam Pante Gemasih yaitu Rp97.120.000</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>127198</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-31 10:36:11</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-31 11:10:37</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>