PENGEMBANGAN KAWASAN PESISIR KOTA BANDA ACEH BERBASIS AQUACULTURE (STUDI KASUS: DESA ALUE NAGA, KECAMATAN SYIAH KUALA, KOTA BANDA ACEH) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

PENGEMBANGAN KAWASAN PESISIR KOTA BANDA ACEH BERBASIS AQUACULTURE (STUDI KASUS: DESA ALUE NAGA, KECAMATAN SYIAH KUALA, KOTA BANDA ACEH)


Pengarang

ANINNA BAIZURI Z - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Elysa Wulandari - 196410191990022001 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

1804110010012

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Perencanaan Wilayah dan Kota (S1) / PDDIKTI : 35201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota.,

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pengembangan kawasan perikanan Kota Banda Aceh merupakan salah satu upaya
pengembangan kota yang bertujuan untuk menyediakan ruang pengembangan
ekonomi masyarakat serta ekologi kawasan pesisir. Desa Alue Naga merupakan
salah satu desa yang terletak pada kawasan peralihan antara ekosistem darat dan laut
sehingga memiliki potensi sumber daya alam dan jasa-jasa lingkungan terutama
pantai, perikanan, dan laut. Sebagian besar penduduk desa memiliki taraf kehidupan
sebagai nelayan dan beraktivitas di lahan basah. Aquaculture merupakan salah satu
subsektor dalam mewujudkan misi kesejahteraan masyarakat kelautan dan perikanan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik aquaculture di Desa Alue
Naga dan dapat memberikan arahan pengembangan kawasan pesisir Kota Banda
Aceh berbasis aquaculture. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif.
Metode analisa yang digunakan dalam penelitian yaitu analisis deskriptif yaitu
melihat karakteristik aquaculture di Desa Alue Naga. Hasil dari penelitian ini
menjelaskan karakteristik pola aquaculture berdasarkan Aquaculture Management
Area (AMA) terbagi menjadi dua yaitu: inland dan marine aquaculture. Serta
Analisis SWOT untuk menentukan arahan pengembangan kawasan pesisir
berdasarkan ekologi, sosial, ekonomi dan teknologi terkait aquaculture. Hasil
penelitian menunjukkan karakteristik inland aquaculture di Alue Naga berupa
tambak yang terdiri dari tambak intensif, semi intensif dan kolam tanah. Sedangkan
marine aquaculture berupa perikanan tangkap dan budidaya tiram Budidaya tiram
merupakan salah satu yang paling berpotensi di Desa Alue Naga dan telah memiliki
produk berupa kerupuk tiram. Adapun arahan pengembangan kawasan pesisir yaitu
dengan menyediakan perencanaan dan pengelolaan untuk mengintegrasikan
budidaya secara efektif ke dalam perencanaan lokal dan memberikan mekanisme
yang jelas untuk melibatkan produsen dan pemerintah dalam pengelolaan operasi
budidaya yang berkelanjutan secara efektif dengan mempertimbangkan tujuan sosial,
ekonomi, lingkungan.
Kata kunci: Kawasan pesisir, aquaculture, permukiman perkotaan, Kota Banda Aceh

The development of the Banda Aceh City fisheries area is one of the city development efforts aimed at providing space for community economic development and coastal ecology. Alue Naga Village is one of the villages located in a transitional area between land and marine ecosystems so that it has the potential for natural resources and environmental services, especially beaches, fisheries and the sea. Most of the villagers have a standard of living as fishermen and activities in wetlands. Aquaculture is one of the subsectors in realizing the welfare mission of the marine and fisheries community. This study aims to determine the characteristics of aquaculture in Alue Naga Village and can provide direction for the development of coastal areas of Banda Aceh City based on aquaculture. This research uses a qualitative approach. The analysis method used in the research is descriptive analysis, namely looking at the characteristics of aquaculture in Alue Naga Village. The results of this study explain the characteristics of aquaculture patterns based on Aquaculture Management Area (AMA) divided into two, namely: inland and marine aquaculture. SWOT analysis to determine the direction of coastal area development based on ecological, social, economic and technology related to aquaculture. The results showed the characteristics of inland aquaculture in Alue Naga in the form of ponds consisting of intensive, semi-intensive ponds and earthen ponds. While marine aquaculture in the form of capture fisheries and oyster cultivation Oyster cultivation is one of the most potential in Alue Naga Village and already has a product in the form of oyster crackers. The direction of coastal area development is to provide planning and management to effectively integrate aquaculture into local planning and provide a clear mechanism for involving producers and government in the effective management of sustainable aquaculture operations by considering social, economic, environmental objectives. Keywords: Coastal area, aquaculture, urban settlement, Banda Aceh City

Citation



    SERVICES DESK