PENGARUH NAUNGAN PARANET DAN KONSENTRASI PUPUK 0RGANIK PADAT SUPERNASA TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN GARUT (MARANTHA ARUNDINACEA L:) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH NAUNGAN PARANET DAN KONSENTRASI PUPUK 0RGANIK PADAT SUPERNASA TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN GARUT (MARANTHA ARUNDINACEA L:)


Pengarang

Raidatul Fitri - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0805101060005

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agroteknologi (S1) / PDDIKTI : 54211

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2012

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

RAIDATUL FITRI "Pengaruh Naungan Paranet dan Konsentrasi Pupuk Onganik Padat Supernasa terhadap Pertumbuhan Tanaman Garut (Marantha arundinacea L:) ". Di bawah bimbingan Muhammad Hatta sebagai Pembinbing
Utama dan Bakhtiar sebagai Pembimbing Anggota.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh naungan paranet dan konsentrasi pupuk organik padat Supernasa terhadap pertumbuhan tanaman garut yang baik serta interaksi antara kedua faktor tersebut terhadap pertumbuhan tanaman garut.
Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Darussalam Banda Aceh sejak Mei sampai dengan Agustus 2012. Bahan yang digunakan antara lain umbi garut, tanah endsol lapisan atas (top soil)o, pupuk kandang dan pupuk organik padat Supernasa.
Rancangan yang digunakan untuk penelitian ini adalah Rancangan Petak Terbagi (RPT) polo RAK faktorial 3 x 4 dengan 3 ulangan. Faktor yang diteliti adalah naungan paranet (N) dan konsentosi pupuk onganik padat Supernasa (P). Faktor naungan (N) sebagal petak utama terdiri dari 3 taraf yaitu : No = Tanpa Naungan Paranet, Ni = Satu Lapis Naungan Paranet, N2 = Dua Lapis Naungan Puranet. Sedangkan faktor konsentrasi pupuk organik padat Supernasa (P) sebagai anak petak terdiri dari 4 taraf yaitu : Po = Kontrol, Pi = 15 g/L air , P2 = 30 g/L air, P3 = 90 g/L air. Dengan demikian secara keseluruhan terdapat 3 petak utama dan 12 anak petak dengan masing-masing perlahan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 36 satuan percobaan dan setiap satuan percobaan terdiri dad 3 tanaman. Jika hasil analisis ragam menunjukkan pengaruh yang nyata, maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5 %.
Peubah yang diamati meliputi tingkat tanaman; jumlah dan. Iuas daun per tanaman umur 30, 45, 60, 75 dan 90 HST, berat berangkasan basah tanaman dan berat berangkasan kering tanaman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa naungan berpengaruh sangat nyata te]hadap tingri tananan umur 45 Hari Setelah Tanam (HST), jumlah daun umur 45 HST, luas daun umur 60 HST, berpengaruh nyata terhadap tingkat tanaman umur 60, 75 dan 90 HST, jumlah daun umur 60, 75 dan 90 HST.
Konsentrasi pupuk organik padat Supernasa berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman umur 45 HST, jumlah daun 45 HST, luas darn 60, 75, dan 90 HST, berpengaruh nyata pada jumlah daun umur 60 HST.
Terdapat interaksi yang sangat nyata antara naungan dan konsentrasi pupuk organik padat Supernsa terhadrp luas daun umur 30 HST, interaksi yang nyata terhadap tinggi tanaman umur 30 HST, luas daun umur 45 HST, berat berangkasan basah dan berat berangkasan kering.
Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pertumbuhan tanaman garut terbaik dijumpai pada perlakuan satu lapis naungan, konsentrasi pupuk organik padat Supernasa terbaik dijumpai pada konsentrasi 90 g/L air, dan kombinasi perlakuan terbaik dijumpai pada perlakuan satu lapis naungan dengan konsentrasi pupuk organik padat Supernasa 90 g/L air.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK